-----

Saudara Serigala

Baru kemarin mereka membangun tempat berlindung di senja musim gugur yang biru. Torak melucu, dan ayahnya tertawa. Tiba-tiba Hutan bergemuruh. Burung gagak memekik. Dan dari kegelapan di bawah pepohonan muncul bayangan yang lebih gelap: ancaman yang berwujud beruang.

Tiba-tiba kematian datang mengancam. Desingan cakar. Berbagai bunyi yang membuat telinga berdarah. Dalam sedetak jantung makhluk itu telah memorakporandakan tempat berlindung mereka. Dalam sedetak jantung makhluk itu membuat ayahnya terluka parah. Lalu makhluk itu pergi, lenyap seperti kabut ke dalam Hutan.

Beruang apa yang mengejar manusia - lalu pergi tanpa membunuh? Beruang apa yang mempermainkan buruannya?

Di mana beruang itu sekarang?

Torak tidak dapat melihat melampaui sinar yang dipancarkan api, tapi dia tahu bahwa tempat terbuka itu pernah dengan pohon yang patah dan rumput yang terinjakinjak.

Dia mencium bau darah pinus dan tanah yang terkoyak. Dia mendengar riak sedih dan lembut dari sungai yang berjarak tiga puluh langkah dari tempat dia meringkuk.....

....SELENGKAPNYA>>>Saudara Serigala (Cerita)

.

Share ke : _

0 komentar:

Posting Komentar

 
© 2011 Terus Belajar Berbagi Kebaikan | www.jayasteel.com | Suwur | Pagar Omasae | Facebook | Rumah Suwur