-----

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TEMPAT PELELANGAN IKAN

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TEMPAT PELELANGAN IKAN di Sidoarjo

1. LATAR BELAKANG
Petani tambak dan nelayan, terutama pada musim panen, sulit memperoleh harga yang layak dalam memasarkan hasil ikannya. Untuk itu perlu suatu tempat yang dapat menampung mereka dalam suatu sistem jual beli yang terbuka dan saling menguntungkan yaitu tempat pelelangan ikan.

Selain itu dalam jual beli ikan, perlu suatu tempat khusus. Berbeda dengan pasar umum, karena membutuhkan sarana khusus. Apalagi dalam jual beli sistem lelang, maka perlu dibangun tempat khusus sebagai wadah dalam jual beli ikan sistem pelelangan.

Dalam kehidupan masyarakat yang semakin komplek, perlu kejelasan dan kemudahan dalam setiap kegiatannya. Ikan adalah salah satu kebutuhan pokok yang termasuk pangan, yakni lauk pauk. Demi penyediaan salah satu kebutuhan pokok tersebut perlu suatu sarana yang jelas, yang dapat membantu semua pihak, dan tidak ada yang dirugikan. Bagi petani tambak dan nelayan, membutuhkan tempat yang jelas dalam memasarkan hasil produknya dan tentu dengan harga yang tidak merugikan, demikian juga dengan pedagang, ingin mudah untuk memperoleh ikan dalam berbagai jenis, langsung menuju tempat pelelangan ikan. Sedangkan masyarakat sekitar dapat membeli ikan di tempat itu dari para pedagang atau langsung dari petani atau nelayan yang tentunya dengan harga yang lebih murah.

Karena pentingnya Tempat Pelelangan Ikan dalam menunjang laju perkembangan masyarakat dan membuat kemudahan dalam kegiatan masyarakat tersebut sehari-hari maka tempat pelelangan ikan sangat perlu untuk diadakan. Dengan itu sangat penting adanya perencanaan dan perancangan Tempat Pelelangan Ikan di Sidoarjo ini.

2. PERMASALAHAN
2.1. Batasan Masalah

Dalam pekerjaan yang akan kami lakukan hanya pada sudut pandang arsitektur, yaitu segala bentuk kegiatan perencanaan dan perancangan arsitektur. Penelitian yang kami lakukan hanya untuk menunjang proses perencanaan dan perancangan yang membawa pada suatu bentuk arsitektural yang dapat difungsikan untuk menjawab adanya suatu permasalahan yang akan kami sebutkan sesuai dengan latar belakang yang telah ada.

2.2. Rumusan Masalah
Permasalahan yang dapat kami simpulkan antara lain adalah sebagai berikut:
§ Tuntutan masyarakat selalu berubah, demikian pula dengan teknologi dan kebiasaan masyarakat, selalu berkembang, bagaimana bentuk wadah yang dapat memenuhi semua tuntutan itu?
§ Ikan biasanya membawa bau yang tidak mengenakkan, bagaimana wujud arsitektur yang dapat menanggulangi masalah tersebut?
§ Ikan yang datang dalam jumlah banyak yang tidak segera terjual atau didistribusikan memerlukan pengawetan agar tidak cepat rusak. Bagaimana membuat tempat pelelangan ikan yang juga dapat menyimpan ikan yang mudah penggunaannya dan perawatannya serta efektif dan efisien?
§ Karya arsitektur yang akan dibangun berada di daerah tropis lembab, dengan curah hujan tinggi, sinar matahari sepanjang tahun, dan ciri-ciri iklim tropis lembab yang lain. Bagaimana wujud arsitektur yang dapat memenuhi fungsinya sekaligus dapat memanfaatkan alam dan iklim semaksimal mungkin?
§ Pengangkutan ikan dari tambak atau laut (nelayan) menggunakan angkutan air yaitu dengan menggunakan perahu motor (kapal tongkang) melalui sungai dan angkutan darat dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Sungai mengalami pasang surut. Bagaimana menanggulangi permasalahan ini dengan jawaban arsitektural?
§ Keadaan tanah yang merupakan daerah dekat sungai yang tentu membutuhkan penanganan tersendiri. Ujud bangunan arsitektur yang bagaimana yang dapat menjawab tantangan ini?
§ Bagaimana ujud bangunan yang tidak hanya fungsional namun juga memberikan warna tersendiri dalam suatu lingkungan kota Sidoarjo khususnya dan Jawa Timur pada umumnya.

3. TUJUAN DAN MANFAAT
3.1. Tujuan
Dalam kegiatan penelitian atau proyek ini, tujuan yang dapat kita ambil berdasarkan perhitungan dan pandangan arsitektur adalah sebagai berikut:
§ Menciptakan karya arsitektur yang dapat menanggulangi bau dari ikan dan limbah ikan.
§ Membuat Tempat Pelelangan Ikan dengan tempat penyimpanan ikan yang mudah pengoperasiannya, serta efektif dan efisien.
§ Membuat Tempat Pelelangan Ikan dengan tempat pengolahan yang dapat berkembang namun sederhana, terjangkau, serta efektif dan efisien.
§ Menciptakan Tempat Pelelangan Ikan dengan segala fasilitasnya yang dapat memanfaatkan alam secara maksimal.
§ Menciptakan bentuk semacam dermaga kecil yang dapat menanggulangi pemindahan ikan dari perahu yang berada di sungai, yang mempunyai pasang surut, ke atas tempat pelelangan berada sekaligus dapat dijangkau melalui darat dengan leluasa dengan membuat bentukan yang dapat menanggulangi arus air sungai serta menghubungkannya dengan transportasi darat.
§ Membuat bangunan khusus yang dapat memberikan warna khusus di Sidoarjo.

3.2. Manfaat
Berdasarkan sudut pandang arsitektur dan sudut pandang secara umum, manfaat yang dapat kita simpulkan dari adanya proyek ini adalah sebagai berikut:
§ Petani tambak dan nelayan dapat mempunyai tempat untuk memasarkan hasil ikannya dengan harga yang layak dan terbuka.
§ Tercipta tempat pelelangan ikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang.
§ Tercipta Tempat Pelelangan Ikan yang tanggap lingkungan dan dapat memanfaatkan alam dan iklim secara maksimal.
§ Para pedagang bisa mudah memperoleh ikan segar untuk dipasarkan.
§ Meningkatkan produktifitas masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
§ Tempat Pelelangan Ikan ini dapat melayani seluruh transaksi ikan dan pelelangan ikan dari seluruh wilayah kota atau kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya.

4. LANDASAN TEORI
Untuk melaksanakan proyek ini, yang pekerjaannya menyangkut perencanaan dan perancangan suatu bentukan arsitektur untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang telah disebutkan di atas, menggunakan landasan teori-teori standart perencanaan dan perancangan arsitektur berdasarkan buku-buku perancangan dan perencanaan arsitektur. Perancangan yang dibuat juga berdasarkan kondisi tapak dan lingkungannya juga dapat mewadahi segala kegiatan yang dibutuhkan serta menciptakan aktifitas yang lebih teratur, terarah dan produktif, untuk itu juga dibutuhkan landasan teori tentang perencanaan tapak dan teori prilaku/sifat manusia dalam kegiatannya.

5. METODOLOGI PROYEK
Untuk dapat melaksanakan proyek ini kita akan melaksanakan langkah-langkah yang biasa dilaksanakan dalam perencanaan dan perancangan arsitektur dengan urutan sebagai berikut:
a) Membuat konsep perencanaan yang meliputi proposal, dan pengambilan data awal untuk mendapatkan masukan lebih lengkap tentang proyek lain selain yang kami ajukan serta persiapan-persiapan yang lain.
b) Membuat konsep perancangan yang menjelaskan kembali latar belakang, permasalahan, tujuan, sasaran, batasan, pengertian-pengertian, studi banding, studi literatur, dan filosofi.
c) Pemilihan lokasi dan pemilihan tapak sesuai dengan proyek yang akan kita bangun.
d) Melanjutkan konsep perancangan, yang meliputi studi internal dan studi eksternal.
e) Sesuai dengan konsep di atas, kita membuat konsep dasar yang akan melingkupi seluruh bentukan arsitektur yang akan kita buat, yang meliputi bentuk dasar perencanaan dan seluruh bagian yang dibutuhkan.
f) Transformasi bentuk dasar tersebut kedalam bentukan arsitektural sehingga dapat diterapkan kedalam desain.
g) Melakukan perancangan atau desain bentuk-bentuk arsitektural sesuai dengan batasan-batasan dan ketentuan-ketentuan yang telah dibuat sebelumnya sehingga memenuhi fungsi dan tujuan dari proyek, berdasarkan programming dan tapak yang ada yang telah kita tentukan sebelumnya.
h) Desain ini merupakan desain awal yang dapat disesuaikan berdasarkan dengan situasi dan kondisi pada saat tahap pembangunan kelak, dengan masih dibutuhkan gambar kerja untuk dapat mewujudkannya sebagai bentuk bangunan nyata yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah disebutkan.

DAFTAR PUSTAKA

Brenda and Robert Vale, Green Architecture Design for a Sustainable Future. Thames and Hudson Ltd, London, 1991.
Donald E. Hepler & Paul I. Wallach, Architecture Drafting & Design. Mc. Graw- Hill Book Company, San Francisco, 1977.
Francis D.K. Ching, Arsitektur: Bentuk Ruang & Susunannya. Erlangga, Jakarta, 1985.
Ir. Kaslam A. Thohir, Butir-butir Tata Lingkungan. PT Bina Aksara, Jakarta, 1985.
Ir. Rustam Hakim, Unsur Perancangan Alam Arsitektur Lansekap. PT Bina Aksara, Jakarta, 1987.
Ir. Setyo Soetiadji S, Anatomi Estetika. Jambatan, Jakarta 1986.
Ir. Setyo Soetiadji S, Anatomi Utilitas. Jambatan, Jakarta, 1986.
Leslie L. Doelle & Lea Prasetio, Akustik Lingkungan. Erlangga, Jakarta, 1986.
Richard L. Austin & Asla, Designing the Natural Lanscape. Van Nostrand Reinhold Company Inc., New York, 1984.
Richard Untermann & Robert Small, Perancangan Tapak untuk Perumahan. Bandung: Intermatra, 1984.
Thomas C. Wang, Gambar Denah & Potongan. Erlangga, Jakarta, 1986.
Yoshinobu Ashihara, Merancang Ruang Luar. PT Dian Surya, Surabaya, 1983.

PRODUK MAKANAN RINGAN GARUDA KACANG KEDELAI

PRODUK MAKANAN RINGAN GARUDA KACANG KEDELAI

KATA PENGANTAR

Dengan rahmat dan hidayahnya kami bisa menyusun makalah IPA dengan tema makanan ringan, yang merupakan tugas yang diberikan oleh Bapak Guru -. Pada era globalisasi sudah banyak makanan ringan yang tak bergizi, maka kami mengharapkan buku ini dapat memberikan bantuan dalam belajar tentang makanan ringan.

Tentu saja dalam penyusunan makalah IPA ini mungkin disana-sini masih terdapat kekurangan-kekurangan baik di dalam penyajiannya maupun teknis, penyusunannya. Oleh sebab itu kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa kami harapkan. Tentu saja guna penyempurnaan pada makalah kami.

Terima kasih.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Logo


Komposisi

F Tepung tapioca : sebagai lapisan luar pada makanan ringan

F Kacang kedelai : untuk menurunkan lemak

F Minyak sayur : sebagai campuran adonan pada makanan ringan

F Gula : untuk pemanis makanan ringan

F Garam : untuk pemberi rasa asin

F Bawang putih : untuk menambah aroma makanan ringan

F Ketumbar : untuk menambah rasa gurih pada makanan ringan

F Lada : pemberi rasa pedas

Tujuan:

Tidak mengandung kolesterol dan tidak dapat menambah berat badan, tidak mengandung bahan pengawet.

Kegunaan:

AKG dapat lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan energi masing-masing.

Kesimpulan

Kesimpulan kami mengenai produk makanan ringan yaitu tidak menimbulkan kolesterol bagi yang memakan makanan ringan dan tidak dapat menambah berat badan, tidak dapat menambah berat badan, dapat menambah energi bagi yang memakan makanan ringan tersebut dan tidak mengandung bahan pengawet.

Saran

Bagi siapapun yang makan makanan ringan ini sangat baik bagi tubuh sebab tidak akan menambah berat badan.

Penutup

Demikian akhir makalah dari kami mengenai makanan ringan dan kami berterima kasih kepada anda sudi membaca dan kami memberitahu anda informasi seakurat mungkin mengenai makanan ringan tersebut.

Usaha Rumah Kos

Mahasiswa

Usia seorang mahasiswa antara 17 – 24 tahun. Minat, buku, pesta dan cinta. Mahasiswa adalah individu-individu yang sedang tumbuh-tumbuhnya, misalnya dalam aspek mental. Daya kritik, semangat bereksperimen, dorongan ingin tahu, secara potensial ada dalam diri mereka.

Dari segi sosial, masa-masa ini juga memegang peranan penting. Inilah saat yang tepat untuk mempraktekkan keterampilan social yang selama ini sudah dikembangkan. Minat untuk berorganisasi, berhubungan dengan orang lain, berkembang pesat.

Segi emosional pun perlu mendapat perhatian. Masa-masa ini masih dipenuhi dengan gejolak-gejolak emosi yang meledak-ledak. Tekanan-tekanan terkadang belum tertahankan. Hal ini dapat dimengerti. Bukankah mahasiswa sedang belajar menjadi dewasa?

Walaupun tubuh sudah berkembang secara optimal, namun aspek fisik perlu mendapat perhatian. Perlu ada kesempatan untuk berolah raga.

Tempat tinggal mahasiswa, apakah itu asrama atau rumah kos yang dapat berfungsi secara optimal, tentunya adalah tempat yang memenuhi syarat agar keempat aspek di atas dapat berkembang dengan baik.

Privacy

Terpisah-pisahnya tempat tidur dan tempat menyimpan barang-barang pribadi tentunya merupakan persyaratan mutlak untuk menunjang privacy. Ada mahasiswa yang juga ingin belajar “sendiri”.

Sebuah kamar yang memberi kesempatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang “sendiri” ini akan menunjang perkembangan jiwa.

Tidak berarti bahwa kamar harus dihuni oleh satu orang saja. Keinginan berteman, rasa ketergantungan yang dibawa dari rumah, keinginan untuk berbagi, dapat dipenuhi oleh teman sekamar.

Hasrat Berkumpul

Ciri khas kehidupan mahasiswa adalah semangatnya untuk berkumpul, baik dalam kegiatan makan bersama atau belajar bersama.

Sebuah ruang serbaguna di rumah kos perlu diadakan untuk memenuhi kebutuhan ini. Ruang ini bias digunakan untuk bermain tenis meja, belajar bersama, makan, tempat menerima tamu bahkan garasi motor di malam hari.

Hasrat Mandi

Jam masuk kuliah biasanya seragam. Demikian pula kegiatan mahasiswa di sore hari mengikuti pola tingkah laku yang sama. Mereka mandi pada waktu yang hampir bersamaan. Itulah sebabnya, kamar mandi yang berukuran kecil tetapi banyak, terkesan lebih sesuai untuk sebuah rumah kos

Kitchenette

Walaupun sekedar super mie atau telor mata sapi, kegiatan memasak sendiri di luar rutinitas rantangan jajanan, atau masakan tante kos, memberi rasa bebas pada individu, selain mengingatkan pada suasana rumah. Konfliknya adalah antara kebebasan mahasiswa dan kesadaran untuk tidak mengambil/ menggunakan bahan-bahan makanan pribadi induk semang.

Kitchenette yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab mahasiswa sendiri, merupakan jalan keluar yang baik.

Pintu Masuk

Pintu masuk yang terpisah tanpa harus melangkahi anggota keluarga induk semang yang sedang menonton TV, merupakan suatu keharusan, bila menginginkan hubungan yang harmonis antara induk semang dan mahasiswa.

Namun hal ini tidak berarti bahwa pintu masuk ini harus benar-benar pribadi dan terpisah, tidak diawasi oleh induk semang. Justru pengawasan yang “dari jauh” tetapi “waspada” ini disukai oleh orangtua mahasiswa yang menitipkan anak. Demikian pula, perlu dipikirkan mengenai faktor keamanan orang keluar masuk.

Cuci Jemur

Persoalan menjemur barang-barang pribadi, seperti pakaian dalam, bantal, guling sering mengganggu. Ada baiknya bila disediakan tempat yang agak terlindung untuk keperluan ini.

Papan Komunikasi

Masalah komunikasi yang tampak sepele, bila diperhatikan, sering dirasakan sangat menguntungkan mahasiswa. Pesan-pesan yang dating, apakah itu melalui teman yang berkunjung atau telepon, sering tidak disampaikan karena terbatasnya sarana. Bila disediakan papan, yang selalu lengkap dengan alat tulisnya, maka pesan-pesan yang simpang siur tentu akan sampai secara lebih sempurna.

PARA PRAJURIT BLO'ON

PARA PRAJURIT BLO'ON
Oleh : M. Arief G


Dahulu kala, di Cina, hiduplah seorang raja bernama kaisar Yuang. Raja mempunyai permaisuri bernama Ratu Yin. Ia sangat cantik. Sayang sekali ratu yang berparas cantik tidak pernah tertawa. Wajahnya yang ayu senantiasa kelihatan kutuh dan muram. Tak seorang pun tahu apa sebabnya demikian.
Kaisar Yuang keras agar permaisurinya dapat terkenal. Badut-badut kondang dipanggil ke istana. Berbagai tontonan lucu dan menarik digelar. Sayang sekali itu semua tidak berhasil membuat ratu Yin tertawa. Bahkan tersenyum pun tidak. Kaisar Yuang pusing tujuh keliling. Akhirnya ia mengadakan sayembara. Barang siapa membuat permaisuri ketawa akan diberi hadiah satu kantong emas. Sebaliknya, bila gagal akan dihukum. Sayembara dimulai dan tidak seorangpun tidak membuat ratu Yin tertawa.
Selama ini kaisar Yuang tahu bahwa permaisurinya mempunyai kegemaran yang agak aneh. Ratu Ying senang mendengarkan kain sutra lembut yang disobek perlahan-lahan. Bila mendengar suara itu parasnya berubah gembira. Ia tidak cemberut lagi meski tetap tidak dapat tertawa. Bibirnya hanya tersenyum tipis.
Kaisar berpikir barangkali permaisuri akan tertawa apabila mendengar suara kain sutra yang dirobek terus menerus. Kaisar segera memerintahkan tukang tenun di seluruh negri untuk memintal kain sutra. Tak lama kemudian semua benang sutra di negri itu habis dipintal. Beribu-ribu kain sutra diusung ke istana.
Di depan ratu Yin gulungan kain sutra itu sedikit demi sedikit dirobek. Mendengar suara lembut robekan kain sutra itu, wajah permaisuri cerah. Seperti yang sudah-sudah. Permaisuri tidak sampai tertawa, ia hanya tersenyum tipis. Beberapa hari kemudian ketika kain sutra telah habis dirobek, wajahnya kembali muram.
Kaisar Yuang kehabisan akal. Akhirnya ia menanyai permaisuri. “Permaisuriku, katakanlah apa yang dapat membuatmu tertawa. Berbagai cara telah aku lakuka n. engkau tidak pernah ketawa. Apakah ada sesuatu yang dapat membuatmu tertawa?”. “Hanya satu yang membuatku tertawa, kanda.” “katakanlah! Aku akan melakukan apa saja agar engkau dapat tertawa.” “aku akan tertawa bila melihat panglima dan para prajurit berkumpul di depanku dengan wajah blo’on.” “Panglima dan para prajurit blo’on ?!”. kaisar tersentak mendengar permintaan ratu Yin. Ia hanya termangu di kursinya merenung. Akhirnya ia menemukan cara untuk memenuhi permintaan permaisurinya.
Suatu malam yang gelap gulita, kaisar memerintahkan salah satu pengawal pribadinya menyalakan lampu bahaya yang terletak di puncak gunung. Dengan sembunyi-sembunyi pengawal tersebut berjalan menuju gunung. Sebetulnya dia sendiri heran memikirkan perintah kaisar. Lampu bahaya boleh dinyalakan bila keselamatan negara terancam. Mengapa kaisar mengeluarkan perintah menyalakan lampu selama ini? padahal negara dalam keadaan aman, tentram dan damai. Berbagai pertanyaan muncul di otaknya. Namun pengawal itu tidak berani membantah. Iapun segera menyalakan lampu bahaya.
Begitu lampu bahaya menyala, para prajurit jaga dan panglima segera berlari ke istana dengan senjata lengkap. Mereka menduga musuh telah mengepung istana atau ada bahaya yang mengancam keselamatan raja dan ratu Yin.
Sampai di istana, panglima dan para prajurit keheranan. Wajahnya seperti seorang blo’on. Ternyata istana aman. Mereka bingung mengapa lampu bahaya dinyalahkan padahal tidak ada bahaya yang mengancam keselamatan negara atau kaisar dan ratu Yin. Mereka saling pandang satu sama lain.
Melihat wajah panglima dan prajurit yang kelihatan blo’on dan lucu, ratu Yin tertawa terpingkal-pingkal, sangking gembiranya ratu Yin sampai mengeluarkan air mata. Melihat hal itu para prajurit semakin bengong. Dan semakin mereka bengong, semakin keras tawa sang Ratu.


Cerita Yang Lain:
Bundaku
Gadis Hujan
Kidung Sunyi
Pantun Anak-Anak
Pedagang Asongan
PAHLAWAN TAK DIKENAL
PADAMU JUA
Malam Sendu
Bisnis Preview: Presentasi Standar
Tusuk Jelangkung
GANGGUAN GAIB
Umar Bin Khattab bertemu Uskup Sophronius

TEMPAT INFORMASI DAN PELAYANAN PARIWISATA JATIM

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
TEMPAT INFORMASI DAN PELAYANAN PARIWISATA JATIM

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat karunia-NYA penyusunan Tugas Akhir Arsitektur ini dapat terselesaikan dengan baik. Tugas Akhir Arsitektur merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di Fakultas Teknik Universitas - Surabaya.
Pada kesempatan ini penghargaan dan ucapan terimakasih kami sampaikan kepada :
- Bapak - dosen pembimbing yang selalu meluangkan waktu dan sumbangan pikiran dalam memberikan arahan selama bimbingan.
- Bapak - pembimbing pembantu dengan segala masukan yang membangun.
- Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Teknik Arsitektur yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan.
- Bapak - pimpinan, Staf dan Karyawan - Surabaya atas segala bantuan dan kerjasamanya.
- Kedua Orang Tua dan Keluarga tercinta yang selalu memberikan dorongan serta semangat berupa moril dan material.
- Rekan-rekan yang telah banyak memberikan bantuan tenaga dan pikirannya.
Akhirnya kami menyadari akan kekurangsempurnaan penyusunan Tugas Akhir Arsitektur ini, namun demikian kami berharap semoga dapat memberikan sumbangan pengetahuan bagi mahasiswa arsitektur.




D A F T A R I S I

o Halaman judul
o Lembar pengesahan
o Kata pengantar
o Daftar isi
o Daftar table
o Daftar gambar
BAB I . PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang…………………………………………………
1.2. Permasalahan…………………………………………………..
1.3. Tujuan…………………………………………………………..
1.4. Sasaran …………………………………………………………
1.5. Batasan…………………………………………………………
1.6. Sistematika penulisan………………………………………….
BAB II . KAJIAN PUSTAKA
2.1. Pengertian proyek…………………………………….……….
2.2. Pustaka pendukung ……………………………………………
2.2.1 komponen-komponen terkait dalam proses wisata…
a. Obyek dan daya Tarik Wisata……………………………....
· Kunjungan Wisman ke ODTW…………………….……..
· Kunjungan Wisnus ke ODTW…………………………….
b. Sarana transportasi……………………………………………..
· Transportasi Udara………………………………… …….
· Transportasi Laut…………………………………………..
· Transportasi Darat………………………………………….
c. Sarana Akomodasi……………. …………………………….
· Wisman menginap di hotel………… …………………..
· Wisnus menginap di hotel…………. ……………………
d. Sarana Makan dan Minum ………………………………….
e. Sarana Hiburan…………………………………………
f. Toko Cinderamata……… ……………………………………
g. Pramu wisata…………… ……………………………..
2.2.3. faktor-faktor yang mempengaruhi proses wisata ………
A . Faktor-faktor Makro …….. ………………………………
B Faktor-faktor mikro…….. …………………………….
2.2.3. Teori konsep..........................................................................
2.3. Aspek Legal……………………………………………………..
2.4. Obyek sejenis……………………………………………………
2.4.1. Studi banding dengan mendatangi langsung obyek sejenis…
2.4.1.1 Puri maerokoco di Semarang – Jateng………………
2.4.1.2 Taman Budaya Propinsi Bali di Denpasar – Bali………
2.4.1.3 ANTA EXPRESS ,Tour & Travel Surabaya…….……
2.4.1.4 Sentral Parkir Terminal Pariwisata di Kuta – Bali……
2.5. F i l o s o f i……………………………………………………….
BAB III . METODE PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
3.1. Alur Pemikiran……………………………………………………
3.2. Penjelasan Alur Pemikiran……………………………….
BAB IV . FAKTA DAN ANALISA
4.1. Fakta dan Analisa Eksisting…………… ……………………..
4.1.1. Tinjauan Lokasi…………………………………………….
4.1.1.1. Dasar Pemilihan Lokasi……………………………………
4.1.1.2. Gambaran Umum Surabaya……………………………….
4.1.1.2. Kondisi Fisik Surabaya……………………………………
4.1.2. Tinjauan tapak…………………………………… ………….
4.1.2.1. Pemilihan Tapak…………………………………………
o Alternatif lokasi............................................................
o Lokasi terpilih................................................................
o Sirkulasi lalulintas di lokasi terpilih..................................
o Site alternatif di lokasi terpilih...........................................
o Analisa site.....................................................................
o Site terpilih....................................................................
o Sirkulasi kendaraan dari dan menuju site....................
4.2. Data dan Analisa Internal – Eksternal……………….………..
4.2.1. Data dan Analisa Internal…………………………………….
4.2.1.1. Pemakai………………………………………………
4.2.1.2. Aktifitas Pemakai………………………………………..
4.2.1.3. Ruang………………………………………………
4.2.2.4. Jenis, Kapasitas, dan Dimensi Ruang………………..
4.2.2.5. Organisasi Ruang…………………………………….
4.2.2.6. Organisasi Masa………………………………………….
4.2.2. Data dan Analisa Eksternal…………………………………….
* Sirkulasi kendaraan di sekitar site............................................
* Kebisingan.................................................................................
* View keluar tapak.........................................................................
* View kedalam tapak dan luas lahan................................
* Keistimewaan buatan....................................................................
* Vegetasi........................................................................................
* Iklim.............................................................................................
* Pola arsitektur penting................................................................
* Bangunan khusus...................................................................
* Manusia, budaya, dan aspek hukum ........................................
4.3. Konsepsualisasi………………………. ……………………………
4.3.1. Konsep Dasar………………………………………………….
4.3.2. Konsep Perancangan………………………………………….
4.3.2.1 Perancangan Bangunan…………………………………….
* Lebih besar dari bangunan.............................................
> Tinjauan tapak secara horizontal..................................
> Pendekatan zoning pada rencana tapak........................
> Konsep pendaerahan / Zoning......................................
> Penataan ruang luar (SITE )................................
> Kontur..........................................................................
> Sirkulasi pemakai………………………………………
> Kebisingan…………………………………………..
> Vegetasi……………………………………………..
> System utilitas……………………………………… .
~ Penyediaan air bersih………………………..………
~ Pembuangan air kotor dan kotoran…………………
~Penyaluran air hujan………………………………..
~ Pencahayaan buatan (AC)…………………………..
~ Alur distribusi air bersih ….……………………..
~ Alur penyaluran air hujan…….…………………
~ Alur pencegahan kebakaran…………………………
~ Alur distribusi listrik………………………………..
~ Penerangan dan sirkulasi udara alami……………….
* Sama dengan bangunan………………………………..
> Tatanan bangunan…………………………………….
> Sistem struktur……………………………………….
> Bahan ………………………………………………..
* Lebih kecil dari bangunan ……………………………
> Konsep penataan ruang dalam……………………..
> Garis, Warna, dan Proporsi …………………………..
Tampilan bangunan
> Hubungan massa-massa bangunan…………………..
> Ide bentuk……………………..
BAB V : KESIMPULAN………………………………………………….
* DAFTAR PUSTAKA
* DAFTAR TABEL
* LAMPIRAN-LAMPIRAN

D A F T A R T A B E L

1. Kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia berdasarkan pintu Masuk tahun 1999 s/d 2000
2. Perkembangan Pasar Utama Wisman Ke Jatim Tahun 1996 - 2000
3. Pengunjung Obyek dan Daya Tarik Wisata Jatim tahun 1997 s/d 2000
4. Rumah Makan dan Restoran di Jawa Timur tahun 2000.

DAFTAR GAMBAR

1. Taman Mini Indonesia Indah

DAFTAR PUSTAKA
- Neufert, Erns, 1989 , Arsitek Data , Erlangga Jakarta
- Pariwisata Jawa Timur tahun 2000 dalam Angka
- Sejarah pariwisata dan Perkembangannya di Indonesia, GWI Jkt 1996
- Perencanaan wisata ( Suyitno ) penerbit Kanisius
- Istilah – istilah Dunia Pariwisata , R.S. Damardjati
- Anatomi pariwisata Drs, H. Oka A. Yoeti, MBA (angkasa-Bandung)
- Psikologi Pariwisata, Glenn F. Ross (yayasan Obor Indonesia)
- Perda No 7. tahun 1992

Perancangan Obyek Wisata

K A J I A N P U S T A K A

2.1 PENGERTIAN PROYEK

Informasi ; data-data / keterangan/ pemberitauan6 .

Tempat yang menyediakan data-data / keterangan tentang pariwisata di Jawa Timur. Di tempat ini akan didapatkan gambaran, ke mana akan pergi, apa yang dapat dilakukan, apa yang dapat dilihat, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.7

pelayanan ; pelayanan ini sebagai perantara sebelum wisatawan mengadakan perjalanan ke obyek dan daya tarik wisata yang akan dituju.

pariwisata ; kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan perjalanan tersebut yang dilakukan secara suka rela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata 8

Menurut Prof. Hunziker dan Prof . Krapf .

(pariwisata adalah keseluruhan fenomena (gejala) dan hubungan yang ditimbulkan oleh perjalanan dan persinggahan manusia diluar tempat tinggalnya. Dengan maksud bukan untuk tinggal menetap (ditempat yang disinggahi) dan tidak berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan uang 9

Tempat Informasi dan Pelayanan Pariwisata Jawa Timur di Surabaya

Adalah tempat yang menyediakan akan data-data/keterangan tentang pariwisata yang ada di Jawa Timur dan menyediakan pelayanan untuk menuju ke obyek dan daya tarik wisata yang ada baik wisata alam, budaya, maupun minat khusus untuk masyarakat Surabaya pada khususnya dan jawa timur pada umumnya.

2.2 PUSTAKA PENDUKUNG

> Komponen – Komponen yang terkait dalam proses wisata

Wisata terjadi karena adanya keterpaduan antara berbagai fasilitas yang saling mendukung dan berkesinambungan, wisata tersebut antara lain ;

a. Obyek dan Daya Tarik Wisata b. Sarana Transportasi

c. Sarana Akomodasi d. Sarana Makan dan Minum

e. Sarana Hiburan f. Toko Cinderamata

g. Pramu Wisata 10

2.3 F I L O S O F I

Informasi dan pelayanan Pariwisata mempunyai ciri ;

· Keleluasaan gerak

· Suasana bersifat informal.

2.4 KONSEPSUALISASI

> Konsep Dasar

Tempat Informasi dan Pelayanan Pariwisata Jawa Timur di Surabaya. Dengan sistem Informasi dan Pelayanan yang keterbukaan Dengan karakter rancangan bangunan yang :

Akomodatif : Informasi dan Pelayanan yang cepat dengan suasana yang santai

> Konsep Perancangan

Konsep merancang tempat informasi dan pelayanan pariwisata Jawa Timur

dengan berpedoman pada konsep rancangan yang dibagi dalam tiga tahapan arsitektural :

Lebih besar dari bangunan

Sama dengan bangunan

Lebih kecil bangunan

D A F T A R I S I

· Halaman judul

· Lembar pengesahan

· Kata pengantar

· Daftar isi

BAB I . PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang…………………………………………………

1.2 Permasalahan…………………………………………………..

1.3 Tujuan…………………………………………………………..

1.4 Sasaran …………………………………………………………

1.5 Batasan…………………………………………………………

BAB II . KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian proyek…………………………………….……….

2.2. Pustaka pendukung ……………………………………………

> komponen-komponen terkait dalam proses wisata

2.3 Filosofi…………………………………………………………..

2.4 Konsepsualisasi………………………………………………….

> Konsep Dasar……………………………………………………

> Konsep Perancangan……………………………………………

§ Lebih besar dari bangunan.............................................

> Pendekatan zoning pada rencana tapak........................

> Penataan ruang luar (SITE )................................

> Kontur..........................................................................

> Sirlasi pemakai………………………………………

> Kebisingan…………………………………………..

> Vegetasi……………………………………………..

> System utilitas……………………………………… .

~ Penyediaan air bersih………………………..………

~ Pembuangan air kotor dan kotoran…………………

~Penyaluran air hujan………………………………..

~ Pencahayaan buatan (AC)…………………………..

~ Alur pencegahan kebakaran…………………………

~ Alur distribusi listrik………………………………..

~ Penerangan dan sirkulasi udara alami……………….

§ Sama dengan bangunan………………………………..

> Tatanan bangunan…………………………………….

> Sistem struktur……………………………………….

> Bahan ………………………………………………..

§ Lebih kecil dari bangunan ……………………………

> Konsep penataan ruang dalam ……………………..

> Garis, Warna, dan Proporsi …………………………..

Tampilan bangunan

> Hubungan massa-massa bangunan…………………..

> Ide bentuk……………………..

BAB III : KESIMPULAN………………………………………………….

· DAFTAR PUSTAKA

· LAMPIRAN-LAMPIRAN

6 Kamus umum bahasa Indonesia Wjs Poerwanto

7 perncanaan Wisata , Suyitno (kanisius-Yogyakarta)

8 UU No 9 tahun 1990

9 Sejarah pariwisata dan Perkembanganya di Indonesia

10 Perencanaan Wisata ( Suyitno, penerbit kanisius )

Kewarganegaraan,

Para mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti pendidikan kewarganegaraan. Jelaskan apa itu kewarganegaraan ?
Jawab:
Penanaman ideologi pada warga negara merupakan keharusan bagi setiap negara. Demikian pula bagi negara Indonesia. bagi negara kita salah satu jalur yang ditempuh dalam menanamkan ideologi negara terutama kepada anak didik/generasi muda adalah melalui jalur pendidikan. Membahas sejarah kewarganegaraan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan moral.

Jelaskan pengertian demokrasi dan berikan contoh-contoh ?
Jawab:
Demokrasi terdiri dari 2 kata yaitu demos yang artinya rakyat dan kratos yang artinya pemerintahan. Sehingga demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Secara garis besar demokrasi terbagi 2 yaitu:
Demokrasi parlementer  susunan kabinet diisi oleh orang-orang parpol
Demokrasi presidensil  susunan kabinet dipilih sendiri oleh presiden
Setiap negara menganut faham salah satu demokrasi diatas namun memberikan nama yang berbeda-beda sebagai contoh: demokrasi Pancasila, demokrasi liberal, demokrasi terpimpin.

Mengapa bangsa Indonesia mempunyai wawasan yang disebut wawasan nusantara, jelaskan yang tersirat dalam geo politik ?
Jawab:
Bangsa Indonesia mempunyai wawasan nusantara karena WANUS dianggap sebagai penyelenggara pembangunan nasional untuk mencapai tujuan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 yaitu cara pandang bangsa Indonesia tentang jati dirinya dalam menegara dengan lingkungan strategi yang mempengaruhinya. Perwujudannya adalah merupakan satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
Yang tersirat dalam geopolitik adalah bahwa suatu negara harus memiliki wilayah untuk tempat tinggal dan untuk mempertahankan hidup, merdeka dan berdaulat serta mampu mempertahankan wilayahnya jangan sampai diduduki/dijajah bangsa lain.

Zat Aditif

KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kimia ini yang berjudul “Pencemaran zat aditif” yang telah kami rangkum sedemikian rupa untuk memudahkan cara pembelajaran kimia pada pokok bahasan pencemaran zat aditif tersebut.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila pada tugas kimia ini ada tulisan yang tidak berkenan dan terdapat kekurangan-kekurangan pada tugas kimia ini karena kami sadar bahwa manusia tidak akan luput dari kesalahan.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada para pembaca dan tidak lupa teman-teman yang berperan serta dalam pembuatan tugas kimia ini dan guru kimia yang telah membimbing kami.


Pengertian Zat Aditif

Zat aditif adalah zat-zat yang ditambahkan pada makanan selama proses produksi, pengemasan atau penyimpanan untuk maksud tertentu. Penambahan zat aditif dalam makanan berdasarkan pertimbangan agar mutu dan kestabilan makanan tetap terjaga dan untuk mempertahankan nilai gizi yang mungkin rusak atau hilang selama proses pengolahan.
Pada awalnya zat-zat aditif tersebut berasal dari bahan tumbuh-tumbuhan yang selanjutnya disebut zat aditif alami. Umumnya zat aditif alami tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Akan tetapi, jumlah penduduk bumi yang makin bertambah menuntut jumlah makanan yang lebih besar sehingga zat aditif alami tidak mencukupi lagi. Oleh karena itu, industri makanan memproduksi makanan yang memakai zat aditif buatan (sintesis). Bahan baku pembuatannya adalah dari zat-zat kimia yang kemudian direaksikan. Zat aditif sintesis yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping misalnya: gatal-gatal, dan kanker.


Macam-macam Zat Aditif

Zat Pewarna
Adalah bahan yang dapat memberi warna pada makanan, sehingga makanan tersebut lebih menarik.
Contoh pewarna alami: Contoh pewarna sintetik:
Anato (orange) a. Biru berlian (biru)
Karamel (cokelat hitam) b. Coklat HT (coklat)
Beta karoten (kuning) c. Eritrosit (merah)
Klorofil (hijau) d. Hijau FCF (hijau)

Penyedap rasa dan aroma serta penguat rasa
Zat aditif ini dapat memberikan, menambah, mempertegas rasa dan aroma makanan.
Penyedap rasa dan aroma (flavour)
Penyedap rasa dan aroma yang banyak digunakan berasal dari golongan ester.
Contoh: Isoamil asetat (rasa pisang), isoamil valerat (rasa apel), butil butirat (rasa nanas), isobutil propionat (rasa rum)
Penguat rasa (flavour echancer)
Bahan penguat rasa atau penyedap makanan yang paling banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamate) yang sehari-hari dikenak dengan nama vetsin.

Zat pemanis buatan
Bahan ini tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi, contohnya sakarin (kemanisannya 500x gula), dulsin (kemanisannya 250x gula), dan natrium siklamat (kemanisannya 50x gula) dan serbitol.

Pengawet

Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme.
Contoh bahan pengawet dan penggunaannya:
Asam benzoat, natrium benzoat dan kalium benzoat, untuk minuman ringan, kecap, acar ketimun dalam botol dan caos.
Natrium nitrat (NaNo3), untuk daging olahan dan keju.
Natrium nitrit (Na No2), untuk daging olahan, daging awetan dan kornet kalangan.
Asam propionate, untuk roti dan sediaan keju olahan.

Anti oksidan
Zat aditif ini dapat mencegah atau menghambat oksidasi.
Contoh:
Asam askorbat (bentukan garam kalium, natrium, dan kalium), digunakan pada daging olahan, kaldu, dan buah kalangan.
Butil hidroksianisol (BHA), digunakan untuk lemak dan minyak makanan
Butil hidroksitoluen (BHT), digunakan untuk lemak, minyak makan, margarin dan mentega.
Pengemulsi, pemantap, dan pengental
Zat aditif ini dapat membantu pembentukan atau pemantapan sistem dispersi yang homogen pada makanan.
Contoh: agar-agar, gelatin, dan gom arab
Pemutih dan pematang tepung
Zat aditif ini dapat mempercepat proses pemutihan atau pematangan tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.
Contoh: Asam askorbat, aseton peroksida, dan kalium bromat

Pengatur keasaman
Zat aditif ini dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan. Contoh: asam asetat, aluminium amonium sulfat, amonium bikarbonat, asam klorida, asam laktat, asam sitrat, asam tentrat, dan natrium bikarbonat

Anti kempal
Zat aditif ini dapat mencegah pengempalan makanan yang berupa serbuk. Contoh: aluminium silikat (susu bubuk), dan kalsium aluminium silikat (garam meja)

Pengeras
Zat aditif ini dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan. Contoh: aluminium amonium sulfat (pada acar ketimun botol), dan kalium glukonat (pada buah kalangan)

Sekuestran
Adalah bahan yang mengikat ion logam yang ada dalam makanan. Contoh: asam fosfat (pada lemak dan minyak makan), kalium sitrat (dalam es krim), kalsium dinatrium EDTA dan dinatrium EDTA

Penambah gizi
Zat aditif yang ditambahkan adalah asam amino, mineral, atau vitamin untuk memperbaiki gizi makanan.
Contohnya: Asam askorbat, feri fosfat, vitamin A, dan vitamin D.


Sponsor oleh

KEHIDUPAN ANAK KOST

SISTIM SOSIAL DAN BUDAYA SUATU DAERAH YANG BERPENGARUH TERHADAP

1.Latar Belakang

Kehidupan anak kost yang berasal dari daerah lain atau kota lain yang biasa dikatakan dengan anak pendatang, sangat berbeda dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini contohnya bisa kita lihat dari segi sosial, budaya mereka dari asal mereka sendiri dan ekonomi mereka sangatlah jauh berbeda dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Sehingga mau tak mau mereka yang berasal dari daerah lain atau kota lain harus bisa menyesuaikan dengan daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini. Tentu saja dengan tidak melupakan sistim sosial dan budaya mereka masing-masing. Karena jika mereka melupakan budaya mereka sendiri, berarti mereka tidak menyenangi budaya daerah mereka sendiri.
Masalahnya yang kita tahu, sampai sekarang ini, makin lama seseorang yang tinggal di daerah lain atau kota lain yang mereka tinggali saat ini. Mereka justru akan melupakan budaya dan sistim sosial mereka sendiri. Contohnya bisa kita lihat dari segi bahasa. Misalnya saja antara bahasa di jawa tengah, dengan bahasa di jawa timur sangatlah jauh berbeda, Karena bahasa orang Jawa Tengah di kenal dengan gaya bahasa yang halus. Sedangkan bahasa orang Jawa Timur dikenal dengan gaya bahasa yang agak-agak kasar. Sehingga apabila ada seorang mahasiswa yang kebetulan berasal dari Jawa Tengah yang sudah terbiasa dengan bahasa yang halus, ketika ia mendengar pembicaraan antara orang Jawa Timur dengan orang Jawa Timur ia akan menganggap bahwa orang itu sedang bertengkar atau dengan anggapan yang lain. Sedangkan anggapan bagi orang Jawa Timur dia akan menganggap pembicaraan itu biasa-biasa saja.

Hal seperti itulah yang kiranya dapat mempengaruhi kehidupan anak kost, mereka akan berfikir jika mereka tidak menyesuaikan cara ataupun sistim sosial dan budaya daerah yang mereka tinggali untuk sekarang ini khususnya daerah Jawa Timur (Surabaya) mereka akan merasa kurang percaya diri. Hal yang dapat menyebabkan kurangnya raya percaya diri yaitu kebanyakan dari orang akan menganggap, orang manakah itu kok logat bahasanya bukan logat Jawa Timur. Dengan adanya anggapan seperti itu akan memacu keinginan mereka untuk menguasai logat bahasa Jawa Timur.

Dengan lamanya seseorang yang tinggal di daerah lain yang bukan merupakan daerahnya sendiri mereka akan cenderung lupa dengan budaya mereka sendiri. Karena jika mereka tinggal lama di daerah lain mereka akan terbiasa dengan sistim sosial dan kebudayaan daerah, yang mereka tinggali untuk sekarang ini.

11. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam perumusan masalah sebagai berikut :
Benarkah bahwa makin lama mahasiswa yang tinggal di daerah lain yang bukan merupakan daerahnya sendiri mereka cenderung akan melupakan budaya atau sistim sosial mereka sendiri contohnya: dari segi bahasa.


111. Tujuan dan manfaat penelitian

3.1. Tujuan penelitian
Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah mengetahui apakah benar jika seseorang mahasiswa yang tinggal terlalu lama atau sudah lama tinggal di daerah lain yang mereka tinggali untuk sekarang ini, mereka akan cenderung melupakan budaya dan sistim sosial mereka terutama dalam segi bahasa.

3.2. Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan :
Manfaat bagi penulis
Dengan penelitian ini akan dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang permasalahan yang terjadi pada kehidupan anak kost.
Manfaat bagi ilmu pengetahuan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan guna mengadakan tindakan perbaikan dan pengembangan lebih lanjut, khususnya tentang permasalahan yang diteliti.


1V. Tinjauan pustaka Hipotesis

4.1. Tinjauan pustaka


Dari hasil beberapa pertanyaan yang saya ajukan pada beberapa mahasiswa yang tinggalnya kost dan berasal dari daerah-daerah yang berbeda: Jawa Tengah, Madura, Jawa Timur dan yang lainnya.


4.2. Landasan teori

A. Pengertian sistim sosial
Pada dasarnya sistim sosial adalah: susunan sosial masyarakat dalam kesehari-hariannya bisa dalam lingkungan keluarga. Dalam wilayah tertentu, karena tiap wilayah maupun keluarga. Mempunyai gaya hidup yang berbeda-beda, mulai dari kehidupan sehari-harinya.
B. Pengertian budaya
Budaya adalah: ciri khas suatu daerah atau wilayah tertentu yang di miliki daerah itu misalnya saja: kerajinan tangan, atau kerajinan-kerajinan yang lainnya begitu juga dengan bahasa, tari-tarian daerah bisa dikatakan dengan budaya.


Penelitian sebelumnya

Dalam hal ini penelitian di lakukan oleh penulis pada beberapa mahasiswa yang tinggalnya kost. Dan berasal dari daerah atau kota lain, juga dilakukan penelitian pada beberapa mahasiswa yang berasal dari Surabaya. Kebanyakan pendapat dari mereka mengatakan, bahwa mereka cenderung mengikuti gaya bahasa Jawa Timur. Karena jika mereka menggunakan gaya bahasa mereka sendiri, orang lain tidak akan mengerti bahasa mereka, kata seorang mahasiswa yang berasal dari Madura. Begitu juga dengan kata mahasiswa-mahasiswa yang lain, mengatakan hal serupa. Walaupun mereka mengikuti gaya bahasa orang Jawa Timur, khususnya Surabaya, tapi mereka tidak melupakan semua kebudayaan mereka sendiri.

4.3. Hipotesis
Dari latar belakang dan perumusan masalah yang ada maka dapat diambil suatu hipotesa sebagai berikut: bahwa mereka mahasiswa yang tinggal lama di Surabaya cenderung melupakan budaya daerah mereka sendiri khususnya dalam bahasa.


4.4. Metodologi Penelitian

A. Metode pengumpulan data


- Interview
Pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung pada beberapa
mahasiswa yang bukan berasal dari jawa timur dan yang berasal dari Jawa Timur.
observasi
pengumpulan data dengan mengadakan penelitian langsung.
Studi pustaka

Yaitu metode pengumpulan data dengan membaca literatur atau mempelajari berbagai buku terutama tentang teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan.

B. Ruang Lingkup Analisis

Ruang lingkup analisis penelitian di adakan di beberapa tempat kost, yang berada di kawasan Nginden 1. gang Nginden tembusan.


C. Pembahasan Masalah

Masalah yang kita pertanyakan disini adalah benarkah bila seseorang yang tinggal di daerah lain yang bukan daerahnya sendiri, mereka cenderung akan melupakan gaya bahasa mereka sendiri. Sedangkan yang kita tahu sampai saat ini kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa mereka cenderung melupakan gaya bahasa mereka sendiri. Alasannya jika mereka menggunakan bahasa asal mereka, kebanyakan dari yang lain tidak akan mengerti arti bahasanya. Yang menonjol dari penelitian ini adalah bahwa mereka cenderung melupakan gaya bahasa daerahnya sendiri.


D. Analisis Data

a. Analisis kualitatif
yaitu: menganalisa data dengan menggunakan pendekatan secara teoritis untuk
mendapatkan kesimpulan.

Pertanggungjawaban Pengurus Dalam Perseroan Terbatas

PENJELASAN DAN ALASAN PENULISAN JUDUL

Penjelasan Judul

Judul skripsi yang saya tulis adalah: “Pertanggungjawaban Pengurus Dalam Perseroan Terbatas”. Agar dapat diketahui dengan jelas maksud dari judul tersebut, akan saya jelaskan kata demi kata terlebih dahulu baru kemudian saya jelaskan secara keseluruhan.

Pertanggungjawaban menurut WJS Poerwadarminta dalam bukunya “Kamus Umum Bahasa Indonesia” adalah sesuatu yang dipertanggungjawabkan. Pengurus adalah rang yang mengurus. Sedangkan yang dimaksud dengan Perseroan Terbatas adalah: perserikatan dagang atau perusahaan yang mempunyai modal bersama yang dibagi atas beberapa saham. Jadi yang dimaksud dari judul di atas adalah suatu perbuatan untuk mempertanggungjawabkan sesuatu yang dilakukan pengurus, berkaitan dengan tugasnya dalam mengurus perserikatan atau persekutuan dagang. Dalam pembahasan proposal ini, saya batasi pada masalah kedudukan hukum dan keberadaan pengurus dalam Perseroan Terbatas dan perihal Rapat Umum Pemegang Saham.


Alasan Pemilihan Judul

Sebagaimana judul skripsi yang saya pilih adalah: “Pertanggungjawaban Pengurus Dalam Perseroan Terbatas”.

Alasan saya untuk memilih judul tersebut adalah:
Masih ada sebagian masyarakat yang belum mengetahui lebih banyak terhadap Perseroan Terbatas.

Dalam kenyataan yang ada tidak semua Perseroan Terbatas dapat berjalan mulus sesuai dengan tujuannya, sehingga harus menghentikan usahanya bahkan harus membubarkan Perseroan Terbatas miliknya karena menderita kerugian. Dengan timbulnya kerugian tentu akan menimbulkan persoalan hukum, khususnya yang menyangkut penglunasan hutangnya. Untuk itu sangat penting untuk diketahui tanggung jawab Perseroan Terbatas terhadap hutangnya;
Selain itu dalam masalah Perseroan Terbatas, bagi kreditur yang berhubungan dengan pengurus dari Perseroan Terbatas memerlukan tindakan yang hati-hati. Maksudnya apabila kreditur ceroboh dalam melakukan tindakan dan mempercayai begitu saja pada seorang pengurus yang berakibat kreditur menderita kerugian karena perbuatan pengurus, jelas tidak dapat meminta pertanggungjawaban pada pengurus yang melakukan. Hal ini disebabkan pengurus yang penting dapat menguntungkan perusahaannya.
Keadaan yang demikian ini jelas menimbulkan suatu persoalan hukum yang sangat penting untuk kita ketahui.


LATAR BELAKANG MASALAH

Sebagaimana yang dikatakan Lili Rasyidi, bahwa menurut Aristoteles:
Manusia adalah Zoon Politicon, artinya manusia itu selalu hidup dengan manusia lainnya dan selalu pula berorganisasi. Ini bermaknakan bahwa disamping sebagai makhluk biologis, juga makhluk sosial yaitu selalu melakukan interaksi antar sesamanya. Interaksi ini yang biasanya disebut sebagai interaksi sosial yang dilakukan manusia agar dia dapat memenuhi segala kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.1

Selain itu Lili Rasyidi juga mengatakan, bahwa menurut Vinoradoff:
Bagi manusia, melakukan interaksi sosial itu sudah merupakan perintah alam. Adalah mustahil manusia itu dapat memenuhi segala kebutuhannya jika ia dalam keadaan terisolasi. Manusia senantiasa memerlukan kerjasama dan bantuan manusia lainnya. Kebutuhan untuk melakukan hubungan sosial dianggap sebagai kebutuhan fundamental disamping kebutuhan fundamental lainnya.2

Pendapat kedua sarjana di atas, baik Aristoteles maupun Vinogradoff tidak mungkin dapat disangkal kebenarannya. Kita harus mengakui, bahwa manusia harus berhubungan dengan manusia lainnya. Dengan adanya hubungan tersebut maka kebutuhan masing-masing individu nantinya dapat terpenuhi sesuai yang diinginkan.

Dalam kenyataan, meskipun kebutuhannya telah terpenuhi, manusia ternyata belum merasa puas terhadap sesuatu yang diperolehnya. Hal itu karena adanya sifat manusia yang selalu ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang diperoleh sebelumnya. Selain itu, keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik sesuai keinginan dan kebutuhannya, manusia senantiasa berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan hubungannya dengan manusia yang lain. Hubungan tersebut bisa dilakukan atas usaha sendiri maupun atas usaha bersama.
Salah satu bentuk hubungan yang dilakukan manusia atas dasar usaha bersama yang dapat kita lihat adalah dengan ada atau berdirinya Perseroan Terbatas (PT).

Perseroan Terbatas ini didirikan untuk memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Perseroan Terbatas dalam perkembangannya, dewasa ini telah tumbuh dengan pesat. Hal ini dapat kita lihat bahwa banyak Perseroan Terbatas yang baru didirikan. Walaupun demikian, tidak jarang juga Perseroan Terbatas yang telah didirikan mengalami kerugian sehingga terpaksa harus membubarkan Perseroan Terbatas tersebut. Dengan adanya kerugian jelas menimbulkan persoalan terutama terhadap penglunasan hutangnya.

Pada dasarnya Perseroan Terbatas adalah merupakan suatu asosiasi modal yang berbentuk hukum. Dikatakan berbentuk badan hukum karena dalam Perseroan Terbatas terdapat harta kekayaan tersendiri. Modal dalam Perseroan Terbatas terdiri atas saham atau sero. Saham atau sero ini dijual oleh perseroan terbatas pada masyarakat atau anggotanya, sehingga modalnya dapat terkumpul.


PERUMUSAN MASALAH

Sebagai badan hukum, Perseroan Terbatas dalam melakukan perbuatan-perbuatan-perbuatan hukum tidak bertindak sendiri, tetapi bertindak dengan perantaraan orang biasa yang disebut pengurus. Pengurus tersebut tidak bertindak untuk kepentingannya, melainkan untuk kepentingan dan atas nama perseroan yang diwakilinya.
Bentuk perwakilan pada badan hukum ini merupakan suatu perwakilan khusus yang ditetapkan dalam KUHD, kemudian dijabarkan di dalam anggaran dasar perseroan tersebut. Jadi perbuatan pengurus tidak dapat disamakan dengan wakil biasa atau wakil dengan surat kuasa, seperti antara manusia biasa yang diwakili oleh orang lain.

Pengurus pada Perseroan Terbatas diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham. Pengangkatan pengurus dilakukan dengan akte pendirian untuk waktu tertentu, baik itu bergaji atau tidak. Dengan pengangkatan tersebut, pengurus merupakan pemegang kuasa untuk memimpin dan mengemudikan Perseroan Terbatas.

Pemberian kuasa oleh rapat umum pemegang saham kepada pengurus dapat dilakukan, yaitu dengan upah atau secara cuma-cuma. Kalau pemberian kuasa itu pada pengurus dilakukan dengan memberi upah, maka hubungan antar pengurus dengan rapat umum pemegang saham adalah hubungan kerja.

Sebagai pemegang kuasa, pengurus mempunyai tugas untuk melakukan perbuatan-perbuatan hukum ke luar maupun ke dalam atas nama Perseroan Terbatas, hal itu merupakan hak dan kewajiban dari pengurus. Pengurus juga mempunyai kewenangan untuk mewakili perseroan di muka atau di luar pengadilan.

Berkenaan dengan kekuasaan yang dipegang oleh pengurus diadakanlah pembatasan, agar pengurus tidak bertindak di luar batas kekuasaannya. Kalau pengurus tersebut bertindak di luar batas kekuasaan yang diberikan kepadanya, maka pengurus harus bertanggung jawab terhadap kerugian yang ditimbulkannya secara pribadi.
Tanggung jawab pengurus terhadap semua tindakan untuk mengurus dan menguasai perseroan yang terjelma dalam pembuatan neraca, daftar perhitungan rugi-laba serta laporan tahunan perlu diadakan pembebasan tanggung jawab. Pembebasan tersebut diberikan oleh rapat umum pemegang saham kepada pengurus. Akan tetapi pengurus juga terdiri atas saham atau sero. Saham atau sero dijual oleh Perseroan Terbatas pada masyarakat atau anggotanya, sehingga modalnya dapat terkumpul.

Dalam Perseroan Terbatas terdapat pengurus. Pengurus inilah yang nantinya melakukan perbuatan hukum. Dalam Perseroan Terbatas tanggung jawab dari anggota terbatas pada saham yang dimiliki saja dan ia tak dapat dituntut untuk bertanggung jawab sampai pada harta kekayaan pribadinya. Begitu juga Perseroan Terbatas sebagai badan hukum, hanya bertanggung jawab sampai batas kekayaan Perseroan Terbatas saja. Bila Perseroan Terbatas menderita kerugian, maka tanggung jawabnya juga hanya sebatas harta yang dimiliki Perseroan Terbatas saja.

Berdasarkan uraian di atas, disini timbul beberapa permasalahan antara lain:
Bagaimana kedudukan hukum Perseroan Terbatas menurut peraturan perundangan yang berlaku?
Bagaimana pertanggungjawaban pengurus dalam Perseroan Terbatas dan apakah adanya pengurus dalam Perseroan Terbatas itu merupakan keharusan?
Apakah yang dimaksud dengan Rapat Umum Pemegang Saham dan apa pula pengaruhnya dalam kepengurusan Perseroan Terbatas?


TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN

Tujuan Penulisan
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Metode Penelitian dan Penjelasan hukum dan disamping itu penulis menginginkan agar pengurus dalam Perseroan Terbatas lebih bertanggung jawab dalam perseroan terbatas sehingga produktivitas perseroan terbatas tersebut dapat meningkat serta mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.


Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan yang dapat diperoleh dari penulisan ini adalah:
Dengan pertanggungjawaban yang baik oleh pengurus dapat menambah kelancaran dan meningkatkan produktivitas dalam perseroan terbatas.
Memberikan pengertian kepada masyarakat yang belum mengetahui lebih banyak mengenai perseroan terbatas.
Dapat meningkatkan kepercayaan kepada pengurus lebih berhati-hati dalam melakukan tugasnya.
Bagi penulis sendiri dapat lebih memahami fungsi dan tugas pengurus dalam perseroan terbatas.


METODOLOGI

a. Pendekatan Masalah
Pendekatan masalah yang saya gunakan dalam pembahasan masalah skripsi ini adalah pendekatan yuridis. Pendekatan yuridis artinya dengan memperhatikan teori-teori ilmu hukum yang ada dan ketentuan-ketentuan hukum positif sebagai cakrawala berpikir. Dalam demikian, nantinya pembahasan yang saya lakukan dapat mudah dipahami dan sesuai dengan jurusan yang saya pilih.
b. Sumber Data
Data-data yang saya pergunakan dalam penyusunan skripsi ini saya peroleh dari studi keputusan perundangan-undangan dan harian surat kabar. Disamping itu juga menggunakan data-data yang saya peroleh dari perkuliahan selama saya belajar di Fakultas Hukum - Surabaya.
c. Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data
Data-data yang saya dapatkan terlebih dulu saya kumpulkan dan kemudian saya pisah-pisahkan untuk memilih data-data yang bisa saya pergunakan. Setelah itu daya susun secara sistematis sesuai dengan bab pembahasan dari masing-masing bab dan sub bab-sub babnya.
d. Analisa Data
Dalam menganalisa data yang ada, saya menggunakan metode induksi, yaitu dengan mengkaji hal-hal yang khusus kemudian saya tarik suatu kesimpulan. Hasil dari analisa data yang saya lakukan kemudian saya cocokan dengan literatur dan peraturan hukum positif yang ada.
e. Pertanggungjawaban Sistematika
Dalam proposal ini sebagai mana umumnya, saya tempatkan penjelasan dan alasan pemilihan judul pada Bab I, judul menggambarkan unsur-unsur pokok penelitian dan dinyatakan dalam satu kalimat pernyataan bukan pertanyaan. Pernyataan tersebut logis, singkat, jelas dan mudah dipahami.

Latar belakang masalah saya tempatkan pada Bab ke II. Dalam bab ini berisi tentang gejala-gejala yang sedang terjadi disertai fakta pendukung. Gejala merupakan suatu kesenjangan antara kenyataan yang diharapkan pemecahan persoalan tersebut.
Pada Bab ke III berisi perumusan masalah yang memuat materi secara global suatu permasalahan.
Bab ke IV berisi tentang tujuan dan manfaat penulisan. Selanjutnya metodologi saya tempatkan pada bagian terakhir.


DAFTAR PUSTAKA

Lili Rasyidi, “Peranan Hukum dalam Pembangunan Nasional Indonesia”, Berta Yudha, Jakarta, 1986.
Purwo Sutjipto H M N, “Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia”, Cetakan ke IV, Djabatan, Jakarta, 1986.
Rudhi Prasetya, dan Oemar Wongsodiwiro A, “Dasar-Dasar Hukum Persekutuan”, Departemen Hukum Dagang, Fakultas Airlangga, Surabaya, 1976.
Subekti R dan Tjitrosudibio R, “Kitab-Kitab Undang-Undang Hukum Perdata”, Cetakan XVI, Pradnya Paramita, Jakarta, 1983.
Abdul Kadir Muhammad, “Hukum Dagang tentang Surat-Surat Berharga”, Alumni, Bandung, 1984.
Soekardono, “Hukum Dagang Indonesia”, Cet. Ke-3, Djil I, bagian ke dua, Rajawali, Jakarta, 1985.
Ali Rido, “Badan Hukum dan Kedudukan Badan Hukum PT, Perkumpulan, Koperasi, Yayasan, Wakaf”, cet ke-4, Alumni, Bandung, 1986.
Iting Partadireja, “Pengetahuan dan Hukum Dagang”, Erlangga, Jakarta, 1978.
Ridwan Khairandy, SH, MH, Machsun Tabroni, SH M Hum, Ery Arifuddin, SH, MH, D Johari Santoso, SH, SU, “Pengantar Hukum Dagang Indonesia”, cet ke-1, Gama Media, Yogyakarta, 1999.
Emmy Pangaribuan Simanjutak, “Hukum Dagang Surat-Surat Berharga”, cet ke-II, Seksi Hukum Dagang Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1987.


More…


1 Lili Rasyidi, “Peranan Hukum Dalam Pembangunan Nasional”, Berita Yudha, 5 Desember 1986, h.V.
2 Ibid, h. VI.
 
© 2011 Terus Belajar Berbagi Kebaikan | www.jayasteel.com | Suwur | Pagar Omasae | Facebook | Rumah Suwur