Majas dalam Puisi

LBAK04 Liontin Batu Akik Krom
Beberapa contoh majas yang ada dalam puisi adalah sebagai berikut.

a. Metafora, yakni pengungkapan yang mengandung makna secara tersirat untuk mengungkapkan acuan makna yang lain selain makna sebenarnya, misalnya, "cemara pun gugur daun" mengungkapkan makna“ketidakabadian kehidupan".
.
b. Metonimia, yakni pengungkapan dengan menggunakan suatu realitas tertentu, baik itu nama orang, benda, atau sesuatu yang lain untuk menampilkan makna-makna tertentu. Misalnya, "Hei! Jangan kaupatahkan kuntum bunga itu". "Kuntum bunga" di situ mewakili makna tentang remaja yang sedang tumbuh untuk mencapai cita-cita hidupnya.
.
c. Anafora, yakni pengulangan kata atau frase pada awal dua larik puisi secara berurutan untuk penekanan atau keefektifan bahasa. Misalnya, terdapat dalam salah satu puisi Sapardi Djoko Damono berikut.
      Kita tinggalkan kota ini, ketika menyeberang sungai terasa waktu masih mengalir di luar diri kita. Awas, jangan menoleh, tak ada yang memerlukan kita lagi tak ada yang memanggil kembali.
d. Oksimoron, yaitu majas yang menggunakan penggabungan kata yang sebenarnya acuan maknanya bertentangan. Misalnya, pada salah satu puisi Sapardi Djoko Damono berikut.
      Begini: kita mesti berpisah. Sebab Sudah terlampau lama bercinta _______________________________
      Sumber: Buku Sekolah
Mengenal Jenis-Jenis Puisi Ditinjau dari bentuk dan isinya
Share ke : _

0 komentar:

Poskan Komentar

 
© 2011 Terus Belajar Berbagi Kebaikan | www.ok-rek.com | Duwur | okrek | Facebook | Twitter