-----

v Arsitektur Sub Tropis - Strategi untuk bangunan

Iklim Sub Tropis mempunyai empat musim:

- musim semi

- musim panas

- musim gugur

- musim dingin

Ciri-ciri iklim sub tropis:

-Pada musim panas radiasi panas besar, sedangkan pada musim dingin radiasi panas kecil sekali

-Jam siang musim panas lebih lama dari pada jam malam, sebaliknya pada musim dingin jam siang lebih pendek dari pada jam malam

-Akumulasi panas pada musim panas lebih kurang ¾ waktu musim panas, begitu sebaliknya pada musim dingin

-Pada waktu musim dingin hujan salju, kelembaban rendah

-Pada musim-musim tertentu disertai angin dataran yang cukup kencang

-Pada belahan utara sinar matahari selalu berada di selatan dan pada musim dingin kadang-kadang matahari tidak muncul.

Strategi untuk bangunan

-Ruangan-ruangan dibantu pemanasannya dengan jendela-jendela kaca menghadap selatan untuk menangkap panas. Kadang-kadang pada musim dingin dibantu dengan pemanasan listrik dan perapian di dalam ruangan.

Lebih lengkap tentang Teori Arsitektur…


Terima kasih

Perbandingan Respon Bangunan Tradisional dan Modern terhadap Iklim

Untuk melihat bagaimana respon bangunan tradisional terhadap iklim kita mengambil contoh rumah tradisional Malaysia. Rumah tradisional Malaysia menggunakan konstruksi kayu yang ringan dan material alam lainnya yang kapasitas panasnya rendah. Atap rumah adalah insulator thermal yang sempurna, kaca jarang digunakan Bata, baton, keramik dan material lainnya yang kapasitas panasnya tinggi akan meradiasikan panas kedalam rumah yang mengakibatkan ketidaknyamanan.

Perbandingan antara rumah tradisional dengan rumah modem dapat kita lihat dari segi penggunaan bentuk bangunan, material bahan bangunan, penataan denah dan bangunan dan vegetasi.

1. Building Materials

Traditional House Modern Building

Dengan konstruksi yang ringan kapasitas termal cukup memberikan sedikit kehangatan dan mengurangi dingin pada malam hari.


Ruang atap pada rumah tradisional Malaysia adalah sarana ventilasi pada struktur atap.


Ruang atap pada rumah adalah penahan aliran udara dan memerlukan ventilasi lain.


2. Lay Out

Traditional House Modern Building

Rumah di tata secara acak. Kondisi ini memungkinkan adanya sirkulasi udara yang tidak akan terbagi secara kuat.


Tertata berjajar, membentuk blok-blok, menciptakan aliran udara yang deras dan tidak merata.

Traditional House Modern Building

Bukaan dibuat langsung memudahkan aliran udara dan merupakan ventilasi silang yang bagus.


Rumah modern merupakan ruang-ruang yang rumit dan memiliki sekat-sekat antar ruang sehingga menahan aliran udara dan menghambat ventilasi silang pada rumah.


3. Vegetasi


Traditional House Modern Building

Menggunakan pohon kelapa dan pohon tinggi lain memiliki naungan yang baik dan tidak menghambat gerakan angin pada ketinggian rumah.


Menghalangi gerakan angin pada ketinggian rumah setelah membagi kekuatannya.


4. Overhangs and Exposed Vertical Areas


Traditional House Modern Building

Penghalang lebih besar dan bukaan vertikal kecil


Sinar matahari dapat menembus secara langsung


5. Glare (Silau)


Traditional House Modern Building

Silau terkendali oleh tutup atap yang besar


Silau dari pantulan area yang keras dan dinding luar rumah lain juga karena kenyamanan yang kurang.

6. Lighting Level


Traditional House Modern Building


Lebih lengkap tentang Teori Arsitektur...


Terima kasih


Tujuan Disusunnya Suatu Anggaran - Kas

Tujuan disusunnya suatu anggaran adalah:

1. Mengkoordinasikan semua faktor produksi yang mengarah pada pencapaian tujuan secara umum.

2. Sebagai suatu alat untuk mengestimasikan semua estimasi yang mendasari disusunnya suatu anggaran sebagai titik pangkal disusunnya suatu kebijaksanaan keuangan dimasa yang akan datang.

3. Sebagai alat untuk melakukan penilaian prestasi, sehingga membangkitkan motivasi para pelaksananya agar dapat mengoreksi kekurangan yang terjadi.

4. Sebagai alat komunikasi semua fungsi dalam perusahaan sehingga kebijaksanaan dan metode yang dipilih dapat di mengerti dan di dukung oleh semua bagian, untuk tercapainya tujuan perusahaan.

Secara umum, tujuan disusunnya suatu anggaran adalah agar kebutuhan jangka pendek yang tercantum dalam anggaran dapat terpenuhi, anggaran akan menuntun agar pencapaian tujuan jangka pendek tetap konsisten sesuai dengan tujuan dan sasaran perusahaan.

Usia anggaran pada umumnya satu tahun bertujuan agar anggaran harus memungkinkan untuk dilakukan revisi dari waktu ke waktu karena perubahan kondisi ekonomi peraturan pemerintah serta faktor-faktor eksternal lainnya.

.... Lebih lengkap tentang KAS

CIRI-CIRI IKLIM DI INDONESIA

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Curah hujan tinggi (1800m/tahun)
Radiasi matahari tinggi (matahari bersinar sepanjang tahun)
Temperatur udara relatif panas sampai dengan nikmat
Kelembaban tinggi (mencapai lebih dari 90%)
Aliran udara relatif sesuai kebutuhan manusia
Amplitude temperatur antara siang-malam 2 s/d 5o C (ini karena kelembaban udara yang tinggi).

Selain ciri-ciri umum tersebut, ada pula beberapa daerah yang mempunyai keadaan iklim yang sedikit berbeda, misalnya daerah pegunungan, seperti Bandung dan Malang lebih sering terjadi hujan, atau di daerah Nusa Tenggara Timur yang paling jarang terjadi hujan, sehingga disana banyak terdapat sabana atau padang rumput dan semak-semak.

Menurut CC. Webb temperatur nikmat adalah 26o C. dan menurut Bedfort temperatur nikmat dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
S = angka kenikmatan
P = angka konstanta = 10,6 (untuk tropis lembab)
tl = temperatur udara (oC) (ditempat teduh)
ts = temperatur pancaran scahaya matahari (oC)
X = kelembaban absolut (g/kg)
V = kecepatan angin (m/detik)


Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui nilai S (angka kenikmatan) yang bila bernilai +3 berarti sangat panas, bila S = +2 berarti panas, S = +1 berarti panas nikmat, dan bila S = 0 berarti nikmat, dan bila S = -1 termasuk dingin, dan jika nilai S = -2 dikategorikan sangat dingin.
Di padang pasir dinding lebih penting dari atap, sedangkan di Indonesia atap adalah unsur utama dalam bangunan dan dinding harus mempunyai bukaan yang cukup untuk menanggulangi kelembaban yang tinggi.


Lebih lengkap tentang IKLIM ....

Istilah-istilah dalam bidang Seni Peran/Teater

Adegan : Bagian dari babak yang menggambarkan satu suasana dari beberapa suasana dalam babak

Additive Mixing : Pencampuran warna pada objek yang disinari dari dua atau lebih lampu yang berbeda

Akting : Tingkah laku yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkan

Aktor : orang yang melakukan akting

Amphiteater : Panggung pertunjukan jaman Yunani Kuno

Amplifikasi : Penguatan energi listrik setelah melalui rangkaian elektronik

Apron : Daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan bingkai proscenium

Arena : Salah satu bentuk panggung yang tidak dibatasi oleh konvensi empat dinding imajiner

Artikulasi : .....

..... SELENGKAPNYA

Skenario dalam Seni Pedalangan

Skenario dalam Seni Pedalangan lazim disebut dengan Balungan Lakon, merupakan ringkasan cerita yang disusun berurutan mulai awal sampai akhir pertunjukan berisi adegan-adegan, tokoh-tokoh yang berperan dalam tiap-tiap adegan serta topik tiap-tiap adegan (wosing gati).

Tiap-tiap gaya pedalangan tentunya memiliki tata aturan yang berbeda dalam penyusunan skenario, salah satu contoh pada pedalangan Gaya Surakarta dalam pertunjukannya terbagi dalam 3 (tiga) Pathet yaitu, Pathet Nem, Pathet Sanga, dan Pathet Manyura.

Sedangkan pada pedalangan gaya Jawatimuran mulai awal sampai akhir pertunjukan terbagi dalam 4 (empat) Pathet, yaitu Pathet Sepuluh, Pathet Wolu, Pathet Sanga dan terakhir Pathet Serang. Tiap-tiap Pathet dalam pedalangan gaya Surakarta dibagi menjadi beberapa adegan, misalnya dalam Pathet Nem terdapat jejer pertama, Babak Unjal, Gapuran, Kedatonan, Pasowanan Jawi, Jaranan/kapalan, Perang Ampyak, jejer ke dua pada umumnya adegan Sabrang, dan perang gagal. Secara lengkap pada umumnya gaya Surakarta memiliki susunan kerangka cerita sebagai berikut :


Pathet Nem

Jejer pertama biasanya jejer kerajaan (Amarta, Astina, Dwarawati), namun demikian ada juga yang bukan jejer kerajaan, misalnya dalam cerita Janggan Asmarasanta. Jejer pertama adalah adegan Panakawan Semar, Gareng, Petruk, Bagong.

Babak Unjal adalah adegan datangnya tamu yang masuk dalam adegan jejer pertama, misalnya jejer Amarta kedatangan tamu Resi Durna, atau Raja Sabrang. Kalaupun tidak menggunakan babak unjal adegan tersebut biasanya memanggil senapati atau punggawa.

Adegan ini disebut Inggah-inggahan. Ada pula yang babak unjalnya 2 kali, misalnya jejer Dwarawati dengan babak unjal Gathotkaca, dan tamu berikutnya adalah Boma. Ada lagi perpaduan antara babak unjal dengan inggah-inggahan, misalnya jejer Dwarawati dengan babak unjal Prabu Baladewa lalu memanggil Abimanyu, peristiwa ini disebut inggah-inggahan.

Adegan Gapuran ini menandai berakhirnya adegan jejer (bedholan), yang dilanjutkan dengan perjalanan Sang Raja menuju Kedaton. Dalam perjalanannya raja menyempatkan diri untuk menikmati keindahan suasana dalam kerajaan, salah satunya adalah keindahan gapura. Dewasa ini adegan gapuran sudah jarang sekali disajikan utamanya pertunjukan yang berada di daerah-daerah pedalaman/ pedesaan, selain durasi adegan yang panjang dan monoton, gending yang digunakan juga cukup sulit garapnya yaitu gending Ayak-ayakan panjangmas serta janturan yang sulit dan juga panjang.

Kedatonan merupakan adegan pertemuan antara raja dengan permaisuri di dalam kedaton. Adegan ini juga sudah jarang disajikan.

Pasowanan Jawi adalah adegan yang biasanya dipimpin oleh tokoh berpangkat patih, yang mengabarkan hasil dari pertemuan (pasowanan) dalam adegan jejer pertama kepada segenap punggawa kerajaan yang tidak terlibat dalam adegan jejer pertama tersebut, kemudian dilanjutkan dengan adegan jaranan/kapalan yaitu prajurit menunggang kuda, diteruskan perang ampyak, bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang akan dilalui oleh pasukan.

Adegan Sabrang adalah kerajaan di luar kerajaan jawa, atau kerajaan seberang lautan, atau jelasnya lagi kerajaan yang rajanya bersifat jahat. Merupakan adegan jejer ke dua dalam Pathet Nem. Tokoh dalam adegan ini dapat bermacam-macam Raksasa Muda (adipati), Raksasa/Buta Raton (raja), sabrang bagus, sabrang gagah. Namun ada pula yang bukan adegan sabrang, misalnya adegan Jagal Walakas, adegan kademangan Widarakandang dengan demang Antagopa, adegan pertapaan seperti dalam cerita Pregiwa-Pregiwati.

Perang Gagal adalah adegan pertempuran dalam Pathet Nem. Peperangan dapat terjadi antara prajurit dari kerajaan jejer pertama dengan pasukan dari kerajaan jejer ke dua (sabrang), tapi bisa juga antara prajurit dari kerajaan jejer pertama (Amarta, Dwarawati) dengan prajurit dari Astina yang secra kebetulan bertemu di jalan dan memiliki tujuan yang sama sehingga terjadi perselisihan.

Adegan Sabrang Rangkep memang jarang terjadi dan hanya terdapat dalam lakon-lakon tertentu. Selain tokoh raja sabrang bisa juga adegan kahyangan, atau adegan ditengah hutan, dan lainlain.

Pathet Sanga

Gara-gara adalah naratif dari huru-hara alam dan kemudian dilanjutkan dengan adegan panakawan bersuka ria, menari dan menyanyi, menyajikan lagu-lagu/gending dolanan.

Lazimnya pada jejer pertama dalam Pathet Sanga berisi adegan jejer pertapaan atau kapandhitan, namun bisa juga adegan kerajaan, kesatriyan, adegan panakawan, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan lakonnya. Alas-Alasan adalah adegan perjalanan kesatriya yang diiring oleh panakawan sedang melakukan perjalanan setelah turun dari pertapaan, melalui hutan belantara. Adegan ini bisa juga diganti adegan pasowanan jawi apabila jejer Sanga pertama berada di kerajaan.

Perang Kembang adalah perang antara ksatriya melawan raksasa (cakil), atau ksatriya melawan harimau, dan sebagainya, merupakan adegan perang pertama dalam Pathet Sanga. Adegan Sintren adalah adegan jejer setelah adegan perang kembang. Dalam beberapa lakon adegan sintren tidak ada.

Perang Sampak Tanggung atau Perang Sintren adalah adegan perang ke dua dalam Pathet Sanga. Dalam beberapa lakon adegan perang ke dua ini tidak ada.

Pathet Manyura

Adegan Manyura pertama dapat berupa jejer kerajaan, padepokan, kahyangan, ataupun kasatriyan. Adegan Manyura kedua dapat disambung dengan adegan-adegan berikutnya. Perang Manyura pertama, dapat diikuti adegan-adegan berikutnya dalam Pathet Manyura.

Amuk-amukan atau Perang Brubuh adalah merupakan perang terakhir dalam pertunjukan semalam suntuk yang menandai kekalahan dari tokoh jahat dan kemenangan dari tokoh baik. Tayungan adalah tarian yang melambangkan kegembiraan setelah mendapatkan kemenangan dalam perang brubuh. Tarian ini biasanya dilakukan oleh tokoh Bima, Bathara Bayu, Anoman atau bahkan panakawan Petruk dengan menari jathilan. Jejer Manyura terakhir adalah pertemuan pihak yang jaya atau sang pahlawan dilanjutkan dengan tanceb kayon.

Susunan adegan dalam satu lakon tersebut tidak mutlak tergantung lakon/cerita yang disajikan, dan hal tersebut bisa berubah tergantung sanggitnya dalang dalam menyusun adegan. Susunan adegan pakeliran gaya Surakarta ada sedikit perbedaan dengan gaya Jawatimuran. Adegan seperti perang ampyak, gara-gara, adegan sintren tidak terdapat dalam pakeliran gaya Jawatimuran. Beberapa adegan lain sama hanya istilahnya saja yang berbeda, misalnya adegan Perang Gagal pada gaya Surakarta yang hanya dilakukan satu kali dalam Pathet Nem, untuk gaya Jawatimuran disebut dengan perang sepisan, dan bisa didapat dua atau tiga kali adegan yang sama dalam satu Pathet. Adegan perang kembang gaya Surakarta, di Jawatimuran disebut perang gagal yang melambangkan kegagalan nafsu jahat yang menghalangi nafsu suci (baik).

Menyusun Skenario Film

Membuat Skenario Komedi
Penulisan Naskah (Skennario) Program TV

Terima kasih

Pengakuan Pendapatan

Pengakuan suatu jumlah rupiah dalam akuntansi pada umumnya didasarkan pada konsep objektivitas yaitu bahwa jumlah rupiah tersebut dapat diukur secara cukup pasti dan ada keterlibatan pihak independen dalam pengukurannya. Dengan kata lain harus ada bukti yang cukup objektif untuk dapat mengakui. Bila kondisi atau kejadian tertentu menjadikan kriteria tersebut dipenuhi maka kondisi atau kejadian tersebut akan memicu pengakuan pendapatan.

Secara umum ada dua kriteria pengakuan pendapatan yaitu:

1. Pendapatan baru dapat diakui bilamana jumlah rupiah pendapatan telah terealisasi atau cukup pasti akan segera terealisasi (Realized atau Realizable). Pendapatan dapat dikatakan telah terealisasi bilamana telah terjadi transaksi pertukaran produk atau jasa hasil kegiatan perusahaan dengan kas atau klaim untuk menerima kas. Pendapatan dapat dikatakan cukup pasti akan segera terealisasi bilamana barang penukar yang diterima dapat dengan mudah dikonversi menjadi sejumlah kas atau setara kas yang cukup pasti.

2. Pendapatan baru dapat diakui bilamana pendapatan tersebut sudah terhimpun atau terbentuk (earned). Pendapatan dapat dikatakan telah terhimpun bilamana kegiatan menghasilkan pendapatan tersebut telah berjalan dan secara substansial telah selesai sehingga suatu unit usaha berhak untuk menguasai manfaat yang terkandung dalam pendapatan.

Kedua kriteria diatas harus dipenuhi untuk mengakui pendapatan walaupun bobot pentingnya untuk suatu keadaan tertentu dapat berbeda. Kriteria pengakuan pendapatan yang lebih teknis dikemukakan oleh kami bahwa pendapatan dapat diakui kalau memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Keterukuran nilai aktiva

2. Terjadinya transaksi

3. Proses penghimpunan secara substansial telah selesai.

Kebanyakan perusahaan dasar penjualan sebagai saat pengakuan dan pengukuran pendapatan adalah yang paling jelas dan obyektif daripada dasar lain yang dapat dipakai.

Menurut Paton dan Littleton dan dikutip oleh Suwardjono (1984:154) dalam buku Teori Akuntansi Perekayasaan Akuntansi Keuangan alasan yang mendukung bahwa pendapatan pada saat penjualan merupakan suatu standart yang utama sehingga mendasari pada pengertian dan konsep tentang pendapatan sebagai berikut:

  1. Pendapatan adalah merupakan jumlah rupiah yang menyatakan produk akhir operasi perusahaan dan oleh karena itu harus diakui dan diukur pada tingkat atau titik kegiatan yang menentukan dalam aliran kegiatan operasi kegiatan.
  2. Pendapatan harus benar-benar terjadi dan didukung dengan timbulnya aktiva baru yang dapat dipercaya (sah), sebaiknya berupa kas atau piutang.

Maka dapat disimpulkan dari pengertian pendapatan diatas bahwa saat penjualan merupakan titik yang menentukan untuk dapat menimbulkan pendapatan yang memenuhi pengertian atau persyaratan diatas. Saat penjualan dapat dijadikan saat pengakuan karena proses realisasi pendapatan telah terjadi.

Penjualan baru dapat dikatakan terjadi bilamana telah terjadi peralihan hak milik atas barang, akan tetapi peralihan hak milik merupakan masalah yang sangat teknis dan untuk dasar penentuan saat pengakuan dalam prosedur pembukuan pendapatan disarankan untuk tidak terlalu menekankan pada aspek yuridis formal karena kegiatan penjualan sendiri terdiri atas rangkaian kegiatan yaitu berupa penjualan yang kontinyu.

Ada beberapa keberatan yang sering diajukan terhadap pengakuan pendapatan atas dasar penjualan yaitu:

  1. Keberatan utama terhadap pemakaian dasar penjualan adalah bahwa sebelum penjualan itu dilunasi dan dianggap selesai, hasil akhir penjualan itu sendiri menjadi tidak pasti. Ada kemungkinan barang dikembalikan dan tidak seluruh piutang dapat tertagih. Disamping itu terdapat juga biaya-biaya yang timbul setelah penjualan, misalnya biaya administrasi, biaya pengganti suku cadang yang rusak akibat pengiriman dan lain-lain.
  2. Bahwa piutang pada umumnya yaitu aktiva baru yang mendukung timbulnya pendapatan yang diakui atas dasar penjualan kredit, tidaklah merupakan aktiva yang mempunyai daya beli yang nyata dan oleh karenanya bukan merupakan pendukung yang memadai terhadap pendapatan yang terealisasi.


Lebih lengkap tentang PENDAPATAN ...


Terima kasih

Prosedur Penyusunan Anggaran Kas

Menurut Riyanto (1980:90), tahap-tahap dalam penyusunan anggaran kas adalah sebagai berikut:

1. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran menurut rencana operasional perusahaan, transaksi-transaksi disini merupakan operasi (operation transaction) pada tahun ini dapat diketahui adanya defisit/surplus karena rencana operasi perusahaan.

2. Menyusun perkiraan atau estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-sumber dana lainnya yang operasi perusahaan juga disusun estimasi pembayaran bunga kredit tersebut beserta waktu pembayaran kembali, transaksi-transaksi di sini merupakan transaksi finansial (financial transactions)

3. Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi finansial, dan anggaran kas yang final merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas secara keseluruhan.

Dengan demikian dapat diambil suatu kesimpulan bahwa apabila di dalam menyusun transaksi operasi terjadi defisit maka untuk menutup defisit tersebut diperlukan suatu transaksi keuangan.



Lebih lengkap tentang Kas
 
© 2011 Terus Belajar Berbagi Kebaikan | www.jayasteel.com | Suwur | Pagar Omasae | Facebook | Rumah Suwur