-----
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Nama Indonesia berasal dari bahasa Latin Indus yang berarti India dan bahasa Yunani nesos yang berarti pulau

Nama Indonesia berasal dari bahasa Latin Indus yang berarti India dan bahasa Yunani nesos yang berarti pulau. George Earl adalah etnolog berkebangsaan Inggris. Pada tahun 1850 ia mengusulkan nama Indunesian untuk penduduk 'kepulauan India'. Mahasiswanya yang bernama J.R.Logan, menggunakan nama Indonesia sebagai sinonim Kepulauan India.

Adolf Bastian dari Universitas Berlin mempopulerkan nama Indonesia dalam sebuah bukunya pada tahun 1890-an. Namun para akademisi Belanda enggan menggunakan nama itu.
Sampai tahun 1900, nama Indonesia lebih populer di lingkungan akademisi di luar Belanda. Namun sejak tahun itu para pejuang kebangsaan Indonesia menggunakan nama Indonesia sebagai ekspresi politiknya. Sarjana Indonesia yang secara terang-terangan menggunakan nama Indonesia pertama kali adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau menggunakan nama Indonesia ketika mendirikan biro penerbitan di Belanda tahun 1913...........

Kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia dan peninggalan sejarahnya

Pada mulanya, nenek moyang kita belum mengenal agama. Mereka menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Keduanya tidak diketahui mana yang lebih dulu ada. Animisme adalah kepercayaan pada roh-roh halus, sedangkan dinamisme adalah kepercayaan pada benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib.

Sampai akhirnya lahir agama Hindu dan Buddha. Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dari India dan Cina.

Agama Hindu mengenal adanya Tri Murti, yaitu Brahma sebagai pencipta alam, Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam, dan Dewa Syiwa sebagai perusak alam. Kitab agama Hindu adalah Weda. Di dalam tata kehidupan, masyarakat Hindu menganut tingkatan yang disebut kasta. Ada empat kasta, yaitu kasta brahmana (kaum ahli agama), kasta ksatria (golongan raja dan bangsawan), kasta waisya (pedagang), dan kasta sudra (rakyat biasa dan budak).

Kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia dan peninggalan sejarahnya, antara lain sebagai berikut.
1. Kerajaan Kutai (Tulisan lain mengenai Kerajaan Kutai)
2. Kerajaan Tarumanegara
3. Kerajaan Mataram
Kerajaan Mataram terletak di daerah Yogyakarta. Raja yang pertama adalah Raja Sanna, kemudian digantikan oleh Raja Sanjaya. Kerajaan ini dikenal dari sebuah prasasti di desa Canggal, barat Magelang. Prasasti ini tertulis tahun 732 Masehi. Ditulis dengan huruf Pallawa dan dalam bahasa Sanskerta. Prasasti ini menceritakan tentang didirikannya sebuah lingga Syiwa di atas sebuah bukit di Kuncarakunja oleh Raja Sanjaya. Wilayah kekuasaannya mencapai pulau Jawa dan Bali.
4. Kerajaan Kediri
5. Kerajaan Singasari
6. Kerajaan Majapahit dan Peranan Gajah Mada

  .  .

Dinasti Sanjaya, Sriwijaya pusat penyebaran Agama Budha, Kutai dan Tarumanegara

Bukti  Dinasti Sanjaya memiliki toleransi yang tinggi
    Hubungan antara kalangan istana dan desa-desa cukup erat walaupun terdapat perbedaan antara keadaan di keraton dan di desa, rakyat biasa tidaklah terasing dari kalangan keraton. Dan juga terdapat pembagian tugas yang jelas diantara aparat kerajaan. Juga terdapat peraturan-peraturan yang perlu ditegakkan oleh semua orang karena terdapat penjahat-penjahat yang mengganggu keamanan.
 
Bukti Sriwijaya merupakan pusat penyebaran Agama Budha
    Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat pertemuan antara jemaah agama Budha dari Cina ke India dan sebaliknya. Pujangga dari berbagai negeri berkumpul untuk membahas ajaran agama Budha. Melalui pertemuan ini, di kerajaan Sriwijaya  berkembang ajaran agama Budha Mahayana. Perkembangan agama Budha di kerajaan Sriwijaya banyak diberitakan oleh musafir Cina yang bernama I-tsing. Setelah bertolak ke India pada tahun 672 M dan waktu pulang pada tahun 685 M, ia singgah dan tinggal di kerajaan Sriwijaya selama 10 tahun. Ia banyak mempelajari dan menerjemahkan ajaran Budha dari bahasa Sansekerta ke bahasa Cina. Ditemukannya sebuah area Budha peninggalaan kerajaan Sriwijaya menandakan bahwa Sriwijaya sebagai pusat penyebaran agama Budha.
 
Hinduisme pada Kutai dan Tarumanegara
    Kutai : ditemukannya Yupa yang merupakan salah satu hasil budaya masyarakat Kutai. Yupa merupakan sebuah tugu batu untuk mengikat kurban yang dipersembahkan. Salah satu Yupa menyebutkan satu tempat suci dengan kata vaprakecvara yang diartikan sebagai sebuah lapangan luas tempat pemujaan dewa Siwa. Buktinya :
1.  Besarnya pengaruh kerajaan Pallawa yang beragama Siwa menyebabkan agama Siwa terkenal di kutai.
2.  Pentingnya peranan para Brahmana di Kutai menunjukkan besarnya pengaruh agama Siwa terutama mengenai upacara korban.
3.  Sistem pemerintahan yang awalnya pemerintahan kepala suku berubah menjadi pemerintahan kerajaan (pengaruh Hindu baru masuk pada pemerintahan Kudungga yang dilihat dari nama raja yang masih memakai bahasa Indonesia)
Tarumanegara : berasal dari berita Cina dari jaman dinasti I-ang bahwa pendeta Fa-hien dalam perjalananya dari terdampar di pantai utara pulau Jawa tahun 414 M, saat hendak kembali dari India ke negerinya, Cina, menemukan mayarakat yang mendapat pengaruh Hindu (India) di pantai utara pulau Jawa adalah prasasti-prasasti yang ditemukan menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Misal : Prasasti Ciaruteun menyebutkan bahwa telapak kaki raden Purnawarman disamakan dengan telapak kaki dewa Wisnu (dewa Wisnu adalah salah satu dewa yang dipuja masyarakat Hindu).

Fasisme di Italia

Situasi Eropa menjelang PD II tidak jauh berbeda dengan situasi menjelang PD I. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas dendam, terutama negara-negara yang kalah perang. Mereka dirugikan oleh perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh blok Sekutu. Pada umumnya negara-negara yang terlibat perang mengalami kehancuran ekonomi. Untuk itu mereka berusaha bangkit dengan cara yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme. Dari paham ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara fasis. Negara-negara fasis yang muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.

Italia adalah salah satu negara pemenang dalam Perang Dunia I. Meskipun menang, Italian merasa kecewa sebab tuntutannya dalam Perjanjian Versailes tidak terpenuhi. Karena kekecewaannya tersebut, Italia mulai bangkit di bawah pimpinan Benito Mussolini . Italia berkembang menjadi negara fasis.

Berikut ini usaha-usaha Benito Mussolini untuk mengembangkan fasisme di Italia.

1) Mengobarkan semangat Italia Irredenta untuk mempersatukan seluruh bangsa Italia.

2) Memperkuat angkatan perang.

3) Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum atau Laut Kita.

4) Menduduki Ethiopia dan Albania.


 .


dari buku sekolah

Fasisme di Jerman

Fasisme di Jepang

Gesang Martohartono - Sebuah Legenda Maestro Keroncong

Tak banyak penyanyi atau pemusik Indonesia yang mampu menjadi legenda di masyarakat. Satu dari sedikit itu ialah maestro keroncong asal Solo, Jawa Tengah, bernama Gesang Martohartono, pencipta Bengawan Solo.

Sebuah lagu keroncong yang menyeberangi lautan. Lagu yang sangat digemari di Jepang. Lagu merupakan bahasa umum yang melintasi dunia. Lagu yang telah menjembati pertukaran kebudayaan pada akar rumput antara Jepang dan Indonesia. Tak banyak pula dari penyanyi atau pemusik Indonesia yang mampu bertahan hingga usia 85 tahun. Gesang bahkan telah membuktikan bahwa dalam usianya yang ke-85 tahun masih mampu merekam suaranya.

Menyebut kekaguman terhadap Gesang sebagai sebuah legenda.

Bukan hanya masyarakat Jepang yang mengagumi Gesang. Nama Gesang dengan Bengawan Solo-nya juga cukup dikenal pula di daratan Tiongkok. Dalam kaitannya dengan itu, ia menyebut jasa Bung Karno yang pada masa lalu sering membawa misi kesenian ke RRC, Vietnam, dan negara Asia Tenggara yang lain.

Berikut petikan syair lagu Bengawan Solo

      Bengawan Solo, riwayatmu ini

      Sedari dulu jadi perhatian insani

      Musim kemarau, tak seberapa airmu

      Di musim hujan air meluap sampai jauh

      Mata airmu dari Solo

      Terkurung gunung seribu

      Air mengalir sampai jauh

      Akhirnya ke laut

      Itu perahu, riwayatmu dulu

      Kaum pedagang s’lalu naik itu perahu

Lagu Bengawan Solo yang berlanggam keroncong itu sangat terkenal di Jepang. Orang Jepang langsung tahu bila kita menyebut “Bengawan Solo” karena sudah sejak lama mereka kenal. Terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut, mendengar lagu ini menimbulkan perasaan nostalgia.

Demikianlah, melalui Bengawan Solo yang digubah oleh Gesang, telah tumbuh pertukaran yang bersejarah antarrakyat Jepang dan Indonesia.

Lagu Bengawan Solo masuk ke Jepang untuk pertama kali sekitar setengah abad yang lalu di kala masa perang. Pada waktu tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, lagu itulah yang terdengar dari radio secara luas di kalangan serdadu Jepang serta orang-orang yang berada di Indonesia.

Seusai perang, berkat para tentara Jepang dan orang-orang perusahaan dagang Jepang yang pulang kembali ke negerinya, lagu tersebut kerap terpelihara eksistensinya. Bahkan lagu Bengawan Solo dengan syair dalam bahasa Jepang menjadi sangat populer. Konon orang-orang di Jawa yang mendengar lagu itu merasakan ketenangan hati serta nostalgia, mengingatkan mereka akan masa mudanya karena melodi lagu serupa dengan lagu rakyat Jepang.

Melalui Gesang dan musik keroncong, orang menjadi sadar bahwa musik adalah sesuatu yang mutlak perlu bagi persahabatan dan perdamaian dunia.

Lebih-lebih lagi, berkat kerendahan hati Pak Gesang, kepribadiannya telah membawa keakraban dan kehangatan bagi orang Jepang. Berkat kunjungannya ke Jepang, keroncong telah mengalami boom secara diam-diam.

Lagu merupakan bahasa umum yang melintasi dunia. Lagu Bengawan Solo, yang melintasi batas negara dan memperkaya hati manusia, telah menjembatani pertukaran kebudayaan pada akar rumput antara Jepang dan Indonesia.


dari buku sekolah

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (1879-1952)

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat adalah seorang dokter dan tokoh pergerakan. Peran beliau sangat menonjol menjelang kemerdekaan Indonesia. Khususnya ketika bangsa kita sedang merumuskan dasar-dasar negara.

Beliau masuk Budi Utomo sejak organisasi itu berdiri. Beliau termasuk anggota Volksraad angkatan pertama ketika lembaga ini dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918. Beliau menjadi anggota Volksraad hingga tahun 1931. Pada zaman pendudukan Jepang, beliau menjadi anggota Dewan Pertimbangan Daerah Madiun, kemudian ditarik ke pusat menjadi anggota Dewan Petimbangan Pusat. Setelah Putera terbentuk, beliau duduk dalam Majelis Pertimbangan.

Puncak peranannya terjadi ketika beliau menjadi ketua BPUPKI menjelang kemerdekaan Indonesia.

Ir. Sukarno (1901-1970)

Prof. Dr. Mr. Supomo (1903-1958)

Mohammad Hatta (1902-1980)

Muhammad Yamin (1903 - 1962)

Ahmad Subarjo (1896-1978)
 
© 2011 Terus Belajar Berbagi Kebaikan | www.jayasteel.com | Suwur | Pagar Omasae | Facebook | Rumah Suwur