-----
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

Panitia Pentas Seni SD Negeri 02 Edi Sudrajat, S.S.

Belajan Menulis Surat Undangan - SD

Surat merupakan bentuk komunikasi tertulis antara seseorang atau lembaga dengan orang atau lembaga lainnya.

Jenis surat terdiri atas surat pribadi, surat resmi, surat dinas, surat permohonan maaf, surat ucapan terima kasih, surat permohonan izin, surat edaran, dan surat undangan.

Surat undangan berisi permintaan agar si penerima surat turut serta pada suatu kegiatan. Kegiatan itu diadakan oleh pihak pengirim surat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat undangan antara lain menggunakan bahasa yang sopan, menyampaikan maksud undangan (tempat, waktu, dan acara), dan mencantumkan identitas pengundang.

Perhatikanlah contoh surat undangan berikut.

SD Negeri 02 Jln. Blurukidul No. 168, Sidoarjo

Sidoarjo, 24 November 2008
Kepada Yth. Orang tua siswa
di tempat

Dengan hormat,

Kami Panitia Pentas Seni SD Negeri 02 Sidoarjo bermaksud menyelenggarakan pembacaan puisi oleh siswa pemenang lomba menulis puisi. Acara tersebut akan diselenggarakan pada:

hari, tanggal : Sabtu, 29 November 2008
waktu : pukul 11 s.d. 15.00
tempat : Ruang Aula SD Negeri 02, Jalan Blurukidul No. 168, Jakarta

Suatu kehormatan yang tiada terhingga bagi kami jika orang tua siswa berkenan menghadiri undangan kami.

Atas kehadiran orang tua siswa, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,


Contoh 2

Undangan

Kepada
Teman-Temanku Siswa Kelas V
di SD Mekarjati

Salam bahagia selalu,

Teman-teman, alangkah senangnya jika pada hari ulang tahunku yang ke-11 nanti, teman-teman dapat hadir memeriahkan acara tersebut.

Acara tersebut diselenggarakan pada:
hari, tanggal : Minggu, 15 Mei 2008
waktu : pukul 10.00–12.00 WIB

Hadir ya, ke rumahku di Jalan Bintang No. 50, Bandung. Atas perhatian teman-teman, aku ucapkan terima kasih.

Salam,
Sahabatmu,
Anandita

Matematika SD- Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat Termasuk Penggunaan Sifat-sifatnya, Pembulatan, dan Penaksiran

Pada bagian ini, kita akan melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran.

1. Bilangan Bulat

Bilangan bulat meliputi bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif, dan bilangan 0 (nol).

a. Bilangan bulat negatif ialah bilangan bulat yang terletak di sebelah kiri angka 0 (nol).

Bilangan bulat negatif: -1, -2,-3, -4, -5, ...

b. Bilangan bulat positif ialah bilangan bulat yang terletak di sebelah kanan angka 0 (nol).

Bilangan bulat positif: 1, 2, 3, 4, 5, ...

c. Angka 0 (nol) termasuk bilangan bulat.

Bilangan 0 (nol) tidak positif dan tidak negatif.

Bilangan 0 (nol) adalah bilangan netral.

d. Pada garis bilangan, letak bilangan makin ke kanan makin besar dan makin ke kiri makin kecil.

e. Bilangan bulat meliputi:

Bilangan bulat genap: ... , -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, ...

Bilangan bulat ganjil: ... , -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, ...

Bilangan bulat kadang-kadang dinyatakan dengan anak panah.

Contoh soal:

a. Jika kita membilang loncat tiga-tiga dari 5 sampai -7, bilanganbilangan manakah yang disebutkan?

b. Jika kita membilang loncat lima-lima dari 38 sampai -12, bilangan-bilangan bulat negatif manakah yang disebutkan?

c. Jika kita membilang loncat tujuh-tujuh dari -19 sampai 23, bilangan bulat positif terkecil manakah yang disebutkan?

d. Jika kita membilang loncat enam-enam dari 54 sampai -24,

1) apakah semua bilangan yang disebutkan bilangan bulat genap?

2) bilangan bulat negatif manakah yang terkecil disebutkan?

3) bilangan bulat positif terkecil manakah yang disebutkan?

3. Gunakan garis bilangan untuk mengisi soa-soal di bawah ini!

a. n < -5, n bilangan bulat negatif. n = . . . .

b. n > -5, n bilangan bulat negatif. n = . . . .

c. - 8 < n =" .">

d. -6 < n =" .">

e. -10 < n =" .">

4. Gunakan garis bilangan untuk menjawab soal-soal berikut!

a. 5 satuan sebelah kanan titik -2.

b. 9 satuan sebelah kiri titik 3.

c. 10 satuan sebelah kanan titik -7.

d. 12 satuan sebelah kiri titik 5.

e. 8 satuan sebelah kanan titik -13.

Prinsip Pengertian Belajar

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Pada prinsipnya, belajar itu adalah perubahan. Dengan demikian, sebagai gambaran yang lebih jelas lagi, berikut ini akan dikemukakan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pengertian belajar.

1. Belajar Adalah Memperoleh Perubahan Tingkah Laku

Perubahan yang terjadi dalam diri individu banyak sekali, baik sifatnya maupun jenisnya. Namun, sudah barang tentu tidak setiap perubahan yang terjadi pada individu itu merupakan perubahan dalam belajar.

Kalau seorang individu jalannya menjadi pincang, karena patah kaki, perubahan itu (pincang) bukanlah perubahan dalam arti belajar. Selain itu, perubahanperubahan tingkah laku pada waktu mabuk, tidur, sakit, perubahan-perubahan yang terjadi dalam aspek kematangan, pertumbuhan, atau perkembangan tidak termasuk dalam pengertian perubahan belajar.

Jika demikian halnya, timbul pertanyaan: Apakah ciri-ciri perubahan dalam pengertian belajar itu?

Ciri-ciri perubahan dalam belajar, antara lain adalah sebagai berikut.

a. Perubahan yang disadari. Artinya individu yang belajar, menyadari terjadinya perubahan itu atau tidaknya individu merasakan terjadinya suatu perubahan dalam dirinya. Misalnya, individu menyadari bahwa pengetahuannya, keterampilannya, atau sikapnya berubah/bertambah.

b. Perubahan itu bersifat kontinyu dan fungsional.

Artinya, perubahan itu merupakan perubahan yang berlangsung terus-menerus atau dinamis. Suatu perubahan yang akan menyebabkan perubahan yang berikutnya dan bersifat fungsional, yaitu perubahan-perubahan yang terjadi itu berguna bagi kehidupan individu dan bagi proses belajar berikutnya. Misalnya, jika seorang anak menulis, perubahan yang terjadi karena belajar ini antara lain, ia akan terampil menulis. Keterampilan menulis ini akan berlangsung terus menerus hingga keterampilan menulis itu menjadi lebih baik dan sempurna dan dapat memperoleh kecakapan lainnya, misalnya menulis surat, menulis pelajaran, mengerjakan soal-soal hitungan, dan sebagainya.

c. Perubahan yang bersifat positif dan aktif.

Perubahan yang bersifat positif ialah perubahan itu senantiasa bertambah dari perubahan hasil belajar yang telah diperoleh sebelumnya. Juga perubahan itu tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Semakin banyak usaha belajar akan semakin banyak perubahan yang diperoleh dan makin baik. Perubahan bersifat aktif, artinya perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya, tetapi karena usaha dari individu itu sendiri. Perubahan yang terjadi karena bukan usaha individu, itu tidak termasuk perubahan dalam arti belajar.

d. Perubahan yang bukan bersifat momental dan bukan karena proses kematangan, pertumbuhan dan perkembangan. Perubahan yang bersifat momental artinya, perubahan yang terjadi sewaktu-waktu atau kebetulan. Misalnya, keluar air mata, bersin, keluar keringat dan sebagainya.

Sedangkan perubahan dalam proses kematangan atau perkembangan terjadi dengan sendirinya karena dorongan dari dalam, perubahan dalam pengertian belajar terjadi karena dorongan dari luar dan disengaja.

e. Perubahan yang bukan karena pengaruh obatobatan atau penyakit tertentu. Perubahan tingkah laku karena alkohol misalnya, atau karena penyakit, mabuk, dan lain sebagainya, tidak dapat dikatakan perubahan karena belajar. Hal ini sebab perubahan tersebut selain tidak disadari, juga bersifat pasif, negatif, tidak fungsional, dan momental.

f. Perubahan yang bertujuan atau terarah. Artinya, terjadi perubahan tersebut karena adanya tujuan yang ingin dicapai. Jadi, perubahan belajar terarah kepada tujuan yang jelas dan disadari.

2. Hasil Belajar Ditandai dengan Perubahan Seluruh Aspek Tingkah Laku

Perubahan yang diperoleh oleh individu setelah melalui proses belajar adalah perubahan dalam keseluruhan tingkah laku secara integral. Jadi, tidak hanya pada satu aspek, misalnya aspek motorik atau aspek kognitif. Jika seseorang individu itu telah belajar sesuatu, dia akan menjalani perubahan secara menyeluruh dan integral, baik sikapnya, kebiasaannya, keterampilan, maupun pengetahuannya. Meskipun demikian, tentu saja ada salah satu aspek yang lebih dominan dari pada aspek yang lainnya.

3. Belajar Adalah suatu Proses

Belajar bukan suatu tujuan atau benda, tetapi belajar adalah suatu proses kegiatan untuk mencapai tujuan. Pengertian proses lebih bersifat merupakan "cara" mencapai tujuan atau benda. Jadi, ini merupakan langkah-langkah atau prosedur yang ditempuh. Di dalam proses belajar, setiap kegiatan saling berinteraksi atau saling memengaruhi.

4. Proses Belajar Terjadi karena Adanya Dorongan dan Tujuan yang Dicapai

Belajar merupakan salah satu bentuk kegiatan individu.

Setiap kegiatan individu akan terjadi jika ada faktor pendorong, yaitu motif dan faktor tujuan yang ingin dicapai. Belajar terjadi karena ada kebutuhan dalam diri individu dan tertuju pada pencapaian pemenuhan kebutuhan sebagai tujuan. Jadi, suatu proses belajar akan mencapai hasil yang sebaik-baiknya jika ada dorongan yang besar dan tujuan yang jelas.

5. Belajar Merupakan Bentuk Pengalaman

Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dan lingkungan. Pengalaman merupakan sumber pengetahuan dan keterampilan bersifat pendidikan, yang merupakan satu kesatuan di sekitar tujuan pelajar. Pengalaman pendidikan bersifat kontinyu dan interaktif membantu integrasi pribadi pelajar.

Sumber: Buku Pengantar Psikologi, 1992

Mendukung Stop Dreaming Start Action

Terima kasih


Cara Belajar Individu

Oleh Sholihin Permana Putra

Setiap individu adalah unik. Artinya, ia memiliki perbedaan antara yang satu dan yang lain. Perbedaan itu bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir, sampai cara merespons atau mempelajari hal baru. Dalam hal belajar, tiap-tiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menyerap pelajaran.

Dalam dunia pendidikan dikenal berbagai metode untuk dapat memenuhi tuntutan perbedaan individu. Di negara maju sistem pendidikan bahkan dibuat sedemikian rupa sehingga individu dapat bebas memilih pola pendidikan yang sesuai karakteristik dirinya. Di Indonesia, kita seringkali mendengar keluhan dari orangtua yang merasa sudah melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya menjadi "pintar".

Orangtua berlomba menyekolahkan anaknya ke sekolah terbaik. Si anak diikutkan dalam kursus atau les privat, yang terkadang menyita habis waktu.

Namun, usaha itu seringkali tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, bahkan justru menimbulkan masalah bagi anak dan remaja.

Apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa anak-anak tidak kunjung pintar? Salah satu faktor penyebabnya ketidaksesuaian cara belajar sang anak dengan metode belajar yang diterapkan dalam pendidikannya.

Cara belajar itu, kombinasi dari bagaimana individu menyerap, mengatur, dan mengelola informasi.

Otak Pusat Belajar

Otak manusia merupakan kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya dan jika dirawat baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan memadai. Otak dapat berfungsi aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun.

Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga baik seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.

Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain. Bagian pertama, batang otak, bagian kedua sistem limbik dan yang ketiga neokorteks. Batang otak bertanggung jawab atas fungsi motorik-sensorik-pengetahuan fisik yang berasal dari pancaindra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini untuk mempertahankan hidup.

Di sekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang berfungsi menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar.

Sistem ini juga mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme, dan sistem kekebalan.

Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.

Neokorteks adalah tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian inilah yang mengatur pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia. Proses penalaran, berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan nonverbal. Dalam neokorteks ini, kecerdasan lebih tinggi berada, di antaranya linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, dan interpersonal.

Karakteristik Cara Belajar

Berdasarkan kemampuan otak, cara belajar individu dapat dibagi dalam tiga kategori. Ketiga kategori itu cara belajar visual, auditorial, dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu. Pengategorian ini tidak berarti, individu hanya yang memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar yang lain.

Dengan kata lain, jika sang individu menemukan metode belajar sesuai karakteristik dirinya, akan cepat ia menjadi "pintar". Dengan demikian, kursus atau les privat intensif tidak diperlukan lagi.

Ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar adalah sebagai berikut.

1. Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar visual individu, yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik. Hal tersebut ditandai ciri-ciri berdasarkan asosiasi visual, memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik; biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar; merupakan pembaca yang cepat dan tekun; lebih suka membaca daripada dibacakan; membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan; dan lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah.

2. Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar auditorial individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik. Ini ditandai ciri-ciri perilaku mudah terganggu oleh keributan, lebih senang mendengarkan daripada membaca, jika membaca lebih senang membaca dengan suara keras, berbicara fasih, lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya, belajar mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu panjang lebar.

3. Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar kinestetik individu yang memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik, ditandai ciri-ciri perilaku berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain, belajar melalui praktik langsung atau manipulasi menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung, menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika membaca, banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal), tidak dapat duduk diam di suatu tempat, sulit membaca peta, menyukai kegiatan yang menyibukkan (secara fisik).

Dengan melihat cara belajar yang paling menonjol dari diri seseorang, orang tua yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya), diharapkan ini dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai.

Bagi remaja yang sulit belajar, cobalah mulai merenungkan dan mengingat-ingat apa karakteristik belajar Anda yang paling efektif. Setelah itu, cobalah membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar Anda, sehingga dapat mendukung agar kemampuan dapat dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan dengan memanfaatkan berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, atau gambar.

Sumber: Pikiran Rakyat, 9 Januari 2005

Terima kasih

 
© 2011 Terus Belajar Berbagi Kebaikan | www.jayasteel.com | Suwur | Pagar Omasae | Facebook | Rumah Suwur