-----

Latihan Soal PKN SD - untuk menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Apakah yang dimaksud dengan negara?

2. Bagaimanakah terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia?

3. Unsur negara secara teoritis terdiri dari unsur konstitutif dan unsur deklaratif. Jelaskan perbedaan

antara kedua unsur tersebut!

4. Sebutkan ciri-ciri suatu bangsa!

5. Sebutkan 5 fungsi yang sesuai dengan negara Indonesia menurut E. Mirriam Budiardjo!

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Keutuhan wilayah suatu negara sangat menentukan berlangsung tidaknya pemerintahan sebuah

negara. Mengapa demikian? Jelaskan pendapatmu!

2. Jelaskan pentingnya keutuhan NKRI!

3. Sikap apa saja yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk melindungi keutuhan NKRI?

4. Sebutkan alat pemersatu bangsa Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI!

5. Apa yang dimaksud dengan Nusantara?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Keikutsertaan rakyat dalam usaha membela negara dalam menjaga keutuhan NKRI dapat

dilakukan melalui bela negara secara fisik dan non fisik. Jelaskan kedua hal tentang bela negara

tersebut!

2. Bagaimanakah isi Pasal 30 Ayat (1) dan (2) UUD 1945?

3. Bagaimana bentuk partisipasi rakyat dalam menjaga keutuhan NKRI?

4. Apa yang dimaksud dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”?

5. Sebutkan hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan sebagai upaya

dalam menjaga keutuhan NKRI dalam:

a. lingkungan keluarga,

b. lingkungan sekolah, dan

c. lingkungan masyarakat!

Pilihlah huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat!

1. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk ….

    a. kepulauan

    b. daratan

    c. benua

    d. lautan

2. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Pernyataan tersebut termuat dalam UUD 1945 pasal ….

    a. 1 Ayat (2)

    b. 1 Ayat (1)

    c. 2 Ayat (1)

    d. 4 Ayat (1)

3. Bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan ….

    a. sukunya

    b. agamanya

    c. negaranya

    d. daerahnya

4. Kemerdekaan bangsa Indonesia diraih berkat adanya ….

    a. keprihatinan yang tinggi

    b. persatuan dan kesatuan

    c. dendam kepada penjajah

    d. penderitaan bangsa Indonesia

5. Salah satu ciri negara yang mempunyai ketahanan yang kuat adalah ….

    a. mempunyai TNI dan Polri

    b. banyak suku bangsa

    c. rakyatnya bersatu

    d. rakyatnya kaya

6. Pertengkaran yang terjadi antarwarga, akan mengakibatkan ….

    a. ketahanan masyarakat mantap

    b. ketahanan masyarakat berkurang

    c. raka kesetiakawanan kuat

    d. ketahanan masyarakat meningkat

7. Memelihara ketahanan nasional diawali dengan ketahanan ….

    a. orang perorang

    b. generasi pendahulu

    c. generasi mendatang

    d. golongan pergolongan

8. Ketahanan nasional tercipta karena kita memegang teguh pada kebenaran dan ….

    a. kekuasaan

    b. kehormatan

    c. keserakahan

    d. keadilan

9. Ketahanan nasional merupakan kekuatan, kemampuan, dan daya tahan negara dalam menghadapi ….

    a. masa depan kita

    b. musuh pribadi kita

    c. ancaman dan gangguan

    d. bangsa yang pernah menjajah negara kita

10. Bentuk negara Indonesia adalah kesatuan. Hal ini berarti ….

    a. semua rakyatnya berasal dari satu suku bangsa

    b. agama yang berlaku di Indonesia hanya satu

    c. negara Indonesia dipimpin oleh seorang presiden

    d. badan yang berkuasa dalam negara hanya satu pemeritahan pusat

11. Alasan bangsa Indonesia memilih bentuk negara kesatuan adalah ….

    a. agar rakyatnya mudah diatur

    b. karena tuntutan jiwa Pancasila

    c. agar dikagumi oleh bangsa lain

    d. karena pesan dari para pendahulu bangsa

12. Tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 Pasal …

    a. 30 Ayat (1)

    b. 30 Ayat (2)

    c. 31 Ayat (1)

    d. 31 Ayat (2)

13. Bangsa kita memberi kesempatan budaya bangsa lain untuk masuk dengan cara ….

    a. disenangi dan cocok

    b. sesuai dengan kepribadian kita

    c. berasal dari negara Timur

    d. dapat memajukan bangsa

14. Di bawah ini merupakan salah satu tindakan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa adalah ….

    a. membanggakan budaya daerah lain

    b. senang mempelajari budaya asing

    c. mempelajari bahasa Inggris

    d. belajar di luar negeri

15. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri bangsa adalah ….

    a. memiliki rasa kebersamaan

    b. kesamaan identitas budaya

    c. memiliki penguasa sah yang ditakuti

    d. keanggotaannya bersifat nasionalitas

16. Unsur deklaratif pembentukan negara adalah ….

    a. rakyat

    b. wilayah

    c. pemerintah yang berkedaulatan

    d. pengakuan dari negara lain

17. Di dalam keluarga yang harus menaati peraturan adalah ….

    a. anak dan ibu

    b. ayah dan ibu

    c. anak-anak dan pembantu

    d. semua anggota keluarga

18. Salah satu cara untuk membina kerukunan antarsiswa di sekolah adalah ….

    a. menjaga kerapian di dalam kelas

    b. mengikuti pelajaran dengan saksama

    c. bergaul tanpa membeda-bedakan teman

    d. bekerja sama dalam mengerjakan ulangan

19. Agar masyarakat aman dan tenteram, maka semua warga masyarakat harus taat ….

    a. kepada pemuka agama

    b. kepada pejabat setempat

    c. kepada aturan yang berlaku

    d. kepada pemuka masyarakat

20. Contoh perbuatan yang mengganggu kerukunan dalam masyarakat adalah ….

    a. memberi ucapan selamat hari raya bagi agama lain

    b. kerja bakti membersihkan tempat ibadah

    c. hanya bergaul dengan kelompoknya saja

    d. menengok tetangga yang sedang sakit

21. NKRI (Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia) terbentuk pada tanggal ….

    a. 17 Agustus 1945

    b. 18 Agustus 1945

    c. 17 Agustus 1954

    d. 18 Agustus 1954

22. Gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis disebut ….

    a. RMS

    b. G30S/PKI

    c. GAM

    d. PRRI

23. Pada waktu berdiri, NKRI dibagi menjadi … provinsi.

    a. 6

    b. 7

    c. 8

    d. 9

24. Perbedaan antarsuku di Indonesia apabila tidak dijaga akan menimbulkan ….

a. kebahagiaan

b. kesedihan

c. konflik

d. perdamaian

25. Keanekaragaman budaya harus terus

dikembangkan agar dapat menjadi …

persatuan dan kesatuan.

a. pemecah

b. perusak

c. penghalang

d. perekat

26. Pernyataan satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia dilakukan oleh pemuda pada kongres ….

a. Pemuda

b. Indonesia

c. Sumpah Pemuda

d. Sumpah Indonesia

27. Penduduk pulau Jawa sering disebut sebagai suku ….

a. Minang

b. Dani

c. Dayak

d. Jawa

28. Apabila keadaan negara aman dan damai, maka kegiatan pembangunan dapat berjalan

dengan ….

a. lancar

b. tersendat

c. terganggu

d. lambat

29. Keadaan yang berbeda menuntut rakyat

Indonesia harus membangun rasa ….

a. kekhawatiran

b. permusuhan

c. ketidaknyamanan

d. kebersamaan

30. Gerakan pemberontakan rakyat Aceh dikenal dengan nama ….

a. PRRI

b. GAM

c. RMS

d. PKI

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1. Bangsa Indonesia menyusun pemerintahannya sejak ….

2. Negara Indonesia yang berbentuk republik dipimpin oleh seorang ….

3. Keutuhan wilayah NKRI menjadi tanggung jawab ….

4. Peran serta warga negara dalam ketahanan negara tercantum dalam UUD 1945 Pasal … Ayat ….

5. Stabilitas nasional yang baik akan menjamin lancarnya ….

6. Masyarakat Indonesia harus selalu menjaga ketahanan fisik maupun ketahanan jiwa agar terhindar dari ….

7. Keanekaragaman suku bangsa dapat menghambat pembangunan jika tidak disertai sikap ….

8. Saling tolong menolong antara ayah, ibu, dan anak merupakan contoh kerukunan di dalam ….

9. Kegiatan belajar mengajar di sekolah akan lancar apabila ketahanan sekolah ….

10. Ketahanan nasional dapat terpelihara jika ketahanan masyarakat ….

III. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Apa yang dimaksud dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia?

2. Sebutkan ciri-ciri bangsa!

3. Jelaskan proses terjadinya NKRI!

4. Bagaimanakah upaya-upaya untuk menjaga keutuhan NKRI?

5. Jelaskan arti penting semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” bagi bangsa Indonesia!

Alat Peredaran Darah Manusia + Latihan Soal IPS dari Bank Soal

Darah merupakan cairan yang berfungsi menghantarkan zat-zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh kita. Ketika kamu bernapas, kamu menghirup oksigen. Oksigen dialirkan oleh darah dari paru-paru ke jantung, kemudian ke seluruh tubuh. Selain itu, darah menjaga tubuh kita dari kuman-kuman penyakit.

1. Darah
Kamu telah mempelajari bahwa darah mengedarkan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuhmu.
Apakah darah itu? Jika kamu terluka, biasanya tubuh mengeluarkan darah yang berwarna merah. Apakah darah hanya berwarna merah? Ternyata darah yang kamu lihat adalah cairan yang di dalamnya terdapat milyaran sel-sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Volume darah seseorang yang sehat adalah 1/13 dari berat tubuhnya. Berapakah berat tubuhmu?
Hitung volume darah yang terdapat dalam tubuhmu.

2. Penggolongan Darah
Apakah golongan darahmu? Golongan darah dibagi menjadi golongan A, B, AB, dan O. Golongan darah O disebut donor universal karena dapat mendonorkan darah kepada semua orang dengan golongan darah lain.
Golongan darah AB disebut resipien universal karena dapat menerima darah dari golongan darah A, B, AB, dan O. Donor adalah orang yang memberi darah, sedangkan resipien adalah orang yang menerima darah.

3. Pembuluh Darah.........
......... Selengkapnya....Alat Peredaran Darah Manusia + Latihan Soal IPS dari Bank Soal

Pentingnya keterbukaan untuk memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa

    Negara Republik Indonesia telah tergalang kesatuannya sejak 17 Agustus 1945. Negara kita, dari sabang sampai merauke tidak dapat dipisahkan. Selama bangsa Indonesia masih mengakui UUD 1945 dan pancasila sebagai dasar negara, maka persatuan dan kesatuan bangsa akan senantiasa tetap terjaga. Indonesia terbentang pada 6° LU - 11° LS dan 95° BT - 141° BT. 
 
Wilayah Indonesia terdiri dari ribuan pulau serta beragam suku, budaya, tradisi, dan adat istiadat. Meski demikian, itu bukanlah suatu penghalang terciptanya persatuan dan kesatuan. Selat dan laut sebagai penghubung antar pulau menjadi satu tanah air, yaitu prinsip negara kesatuan (archipelago). Prinsip ini menjelaskan bahwa negara kita yang terdiri dari ribuan pulau dihubungkan oleh perairan dan laut sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh, dimana sesuai dengan isi Deklarasi Juanda : Laut teritorial diukur dari tepi pantai sejauh 12 mil laut. Berdasarkan Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim tahun 1939, negara kita hanya 3 mil laut dari pantai tiap pulau ketika air laut surut. Oleh karena itu, pulau-pulau di Indonesia dikelilingi laut teritorial hanya 3 mil laut. Akibatnya selebihnya dari itu terdapat laut bebas yang memberi peluang pihak asing untuk mengambil hasil kekayaan laut lepas antar pulau-pulau Indonesia. Akhirnya pemerintah memutuskan menggunakan konsep baru yang lebih menguntungkan yaitu Deklarasi Juanda, pada 13 desember 1957, yang menetapkan luas laut teritorial Indonesia sejauh 12 mil laut diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari pulau-pulau terluar milik Indonesia dengan jarak 12 mil laut dan menggunakan konsep negara kepulauan atau wawasan nusantara. 
 
Konsep ini menegaskan bahwa negara kepulauan merupakan satu kesatuan wilayah yang utuh, yang batas-batasnya ditentukan oleh laut dalam suatu lingkungan yang terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau yang dihuni oleh beragam suku bangsa dan adat istiadat. Perbedaan itu digambarkan dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yaitu berbeda-beda namun tetap satu jua. Beragam dialek pun bukan pemicu terjadinya perpecahan, namun justru sebagai pendorong terciptanya bahasa persatuan. Keterbukaan diperlukan agar kita dapat menyerap berbagai kelebihan dan kekurangan kita, sehingga kita dapat mengevaluasi diri dan saling menghargai perbedaan lain yang ada. Kita tidak perlu chauvinisme yaitu terlalu membanggakan suku bangsa sendiri dan meremehkan suku lain. 
 
Berbagai hal yang masuk dan kita terima merupakan sesuatu yang dapat meningkatkan budi pekerti kita dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia menjadi manusia yang berpengetahuan dan berteknologi, yang mampu membawa kemajuan bangsa. Kongres pemuda menghasilkan sumpah pemuda karena kesadaran akan kesatuan wilayah Indonesia. Dan ini menjadi modal utama bagi Indonesia untuk memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa. Kerja sama antar negara diperlukan karena tiap negara saling menerima, membutuhkan, dan memberi untuk kepentingan nosional masing-masing yang berguna untuk kesejahterahan rakyatnya. 
 
Ada 2 macam kerjasama, antara lain : bilateral dan multilateral. Kerja sama bilateral adalah kerjasama antara 2 negara, yang dapat berbentuk politik, dagang, perbatasan, keamanan, dan sebagainya. Kerja sama multilateral adalah kerja sama yang dilakukan oleh beberapa negara. Contohnya : PBB, ASEAN, dan OPEC. Kerjasama dalam segala bidang dapat terwujud bila tiap negara memiliki keterbukaan. Keterbukaan memang penting bagi tiap individu suatu negara.

Latihan soal SD PKN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Apa yang dimaksud dengan organisasi!
2. Bagaimana cara pemilihan pengurus sebuah organisasi!
3. Mengapa kita perlu ikut serta dalam sebuah organisasi?
4. Sebutkan pengurus-pengurus organisasi dan tugas-tugasnya!
5. Tuliskan jenis-jenis organisasi yang kamu ketahui, dan jelaskan fungsinya!
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!
1. Sebutkan organisasi-organisasi yang ada di lingkungan sekolahmu!
2. Sebutkan organisasi-organisasi yang ada di lingkungan masyarakat!
3. Jelaskan fungsi dari organisasi-organisasi di bawah ini:
a. OSIS
b. UKS
c. Karang taruna
d. Posyandu
4. Apa perbedaan antara organisasi di sekolah dan organisasi di masyarakat?
5. Mengapa perlu dibentuk suatu organisasi di sekolah dan di masyarakat?

Matematika SD- Melakukan Operasi Hitung Bilangan Bulat Termasuk Penggunaan Sifat-sifatnya, Pembulatan, dan Penaksiran

Pada bagian ini, kita akan melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat-sifatnya, pembulatan, dan penaksiran.

1. Bilangan Bulat

Bilangan bulat meliputi bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif, dan bilangan 0 (nol).

a. Bilangan bulat negatif ialah bilangan bulat yang terletak di sebelah kiri angka 0 (nol).

Bilangan bulat negatif: -1, -2,-3, -4, -5, ...

b. Bilangan bulat positif ialah bilangan bulat yang terletak di sebelah kanan angka 0 (nol).

Bilangan bulat positif: 1, 2, 3, 4, 5, ...

c. Angka 0 (nol) termasuk bilangan bulat.

Bilangan 0 (nol) tidak positif dan tidak negatif.

Bilangan 0 (nol) adalah bilangan netral.

d. Pada garis bilangan, letak bilangan makin ke kanan makin besar dan makin ke kiri makin kecil.

e. Bilangan bulat meliputi:

Bilangan bulat genap: ... , -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, ...

Bilangan bulat ganjil: ... , -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, ...

Bilangan bulat kadang-kadang dinyatakan dengan anak panah.

Contoh soal:

a. Jika kita membilang loncat tiga-tiga dari 5 sampai -7, bilanganbilangan manakah yang disebutkan?

b. Jika kita membilang loncat lima-lima dari 38 sampai -12, bilangan-bilangan bulat negatif manakah yang disebutkan?

c. Jika kita membilang loncat tujuh-tujuh dari -19 sampai 23, bilangan bulat positif terkecil manakah yang disebutkan?

d. Jika kita membilang loncat enam-enam dari 54 sampai -24,

1) apakah semua bilangan yang disebutkan bilangan bulat genap?

2) bilangan bulat negatif manakah yang terkecil disebutkan?

3) bilangan bulat positif terkecil manakah yang disebutkan?

3. Gunakan garis bilangan untuk mengisi soa-soal di bawah ini!

a. n < -5, n bilangan bulat negatif. n = . . . .

b. n > -5, n bilangan bulat negatif. n = . . . .

c. - 8 < n =" .">

d. -6 < n =" .">

e. -10 < n =" .">

4. Gunakan garis bilangan untuk menjawab soal-soal berikut!

a. 5 satuan sebelah kanan titik -2.

b. 9 satuan sebelah kiri titik 3.

c. 10 satuan sebelah kanan titik -7.

d. 12 satuan sebelah kiri titik 5.

e. 8 satuan sebelah kanan titik -13.

Latihan Soal PKN SD - untuk menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Bagaimana cara menciptakan kehidupan kenegaraan yang tertib dan baik?

2. Untuk siapakah peraturan perundang-undangan dibuat?

3. Sebutkan sifat dan ciri peraturan perundang-undangan!

4. Apa yang dimaksud dengan peraturan?

5. Apa yang akan terjadi jika di suatu masyarakat tidak ada peraturan?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1. Apakah yang dimaksud dengan sumber hukum?

2. Bagaimanakah arti undang-undang dalam arti luas dan sempit?

3. Jelaskan perbedaan antara sumber hukum formal dengan sumber hukum material!

4. Sebutkan macam-macam traktat!

5. Mengapa kebiasaan bisa menjadi sumber hukum?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Mengapa UUD 1945 diamendemen?

2. Sebutkan tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia!

3. Apakah yang dimaksud dengan ketetapan MPR?

4. Bagaimanakah ketentuan dan penyusunan perpu?

5. Sebutkan bunyi Pasal 20 Ayat (3) UUD 1945!

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Apa yang dimaksud dengan peraturan pusat?

2. Berikan 3 contoh peraturan pusat!

3. Apa yang kamu ketahui tentang DPR?

4. Apa yang dimaksud dengan otonomi daerah?

5. Mengapa kita harus selalu membayar pajak?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Apa yang dimaksud dengan peraturan daerah?

2. Sebutkan dasar hukum pembentukan peraturan daerah!

3. Bagaimana proses pengajuan peraturan daerah dari DPRD?

4. Gambarkan alur dari proses pembuatan perda!

5. Siapakah yang menetapkan peraturan daerah?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Bagaimanakah cara melaksanakan aturan di masyarakat?

2. Untuk siapakah aturan itu dibuat?

3. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat

tinggal kita?

4. Mengapa kita harus patuh pada peraturan yang berlaku?

5. Sebutkan 3 sikap patuh terhadap aturan yang berlaku di lingkungan keluarga!

Pilihlah huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang paling tepat!

1. Kekuasaan membentuk undang-undang

disebut kekuasaan ….

a. eksekutif

b. legislatif

c. yudikatif

d. eksaminatif

2. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah

pusat disebut ….

a. peraturan pusat

b. peraturan wilayah

c. peraturan daerah

d. peraturan desa

3. Proses pembuatan undang-undang melalui

… tahap.

a. 2

b. 3

c. 4

d. 5

4. Proses penyiapan RUU dari pemerintah

berpedoman pada ….

a. Tap MPR No. XX Tahun 1966

b. UU No. 39 Tahun 1999

c. Inpres No. 15 Tahun 1970

d. UU No. 32 Tahun 2004

5. Rancangan undang-undang yang berasal

dari DPR disebut RUU ….

a. komparatif

b. inisiatif

c. kompetitif

d. konstitutif

6. Undang-undang yang telah ditandatangani

presiden diundangkan oleh …

a. Menteri Dalam Negeri

b. Menteri Penerangan

c. Menteri Penyiaran dan Informasi

d. Menteri Sekretaris Negara

7. Ketentuan tentang otonomi daerah diatur

dalam ….

a. UU No. 32 Tahun 2004

b. UU No. 39 Tahun 1999

c. UU No. 6 Tahun 2000

d. UU No. 26 Tahun 2000

8. Istilah korupsi berasal dari bahasa Latin,

yaitu ….

a. corruption

b. corruptionase

c. corrop

d. ceurroptio

9. Setiap pengemudi kendaraan bermotor

wajib memiliki ….

a. syarat izin mengemudi

b. surat izin mengemudi

c. surat untuk mengemudi

d. surat khusus mengemudi

10. Penyalahgunaan uang, fasilitas, wewenang,

dan jabatan untuk keuntungan pribadi atau

sekelompok orang disebut ….

a. nepotisme

b. kolusi

c. desentralisasi

d. korupsi

11. Berikut ini bukan termasuk pentingnya

peraturan perundang-undangan nasional

bagi warga negara adalah ….

a. memberikan kepastian hukum

b. melindungi dan mengayomi hak-hak

warga negara

c. menciptakan ketertiban dan

ketenteraman

d. memberikan rasa bersalah bagi warga

negara

12. Setiap peraturan perundang-undangan

harus mempunyai tujuan yang jelas

yang hendak dicapai. Pernyataan tersebut

merupakan pengertian dari asas ….

a. dapat dilaksanakan

b. kedayagunaan dan kehasilgunaan

c. kejelasan tujuan

d. keterbukaan

13. Sikap yang tidak mencerminkan kepatuhan

terhadap perundang-undangan nasional

adalah ….

a. mengajak masyarakat untuk membuat

keributan

b. membayar pajak

c. mematuhi peraturan lalu lintas

d. belajar dengan tekun

14. Tempat bagi pejalan kaki disebut ….

a. zebra cross

b. trotoar

c. etalase

d. halte

15. Seperangkat hak yang melekat pada

manusia yang merupakan anugerah Tuhan

Yang Maha Esa disebut ….

a. hak asasi manusia

b. kewajiban asasi manusia

c. perintah manusia

d. larangan manusia

16. Orang yang melanggar peraturan akan

mendapatkan ….

a. piala

b. hadiah

c. sanksi

d. pujian

17. Apabila semua orang telah menaati peraturan, maka akan tercipta ….

a. suasana kehidupan yang kacau

b. lingkungan pemukiman yang kumuh

c. penindasan terhadap rakyat kecil

d. kehidupan masyarakat yang harmonis

18. Pajak yang dibayarkan oleh rakyat, sebenarnya digunakan untuk ….

a. kesejahteraan rakyat

b. berfoya-foya oleh para pejabat

c. dikorupsi oleh wakil rakyat

d. membayar hutang luar negeri

19. Peraturan daerah harus ditaati oleh ….

a. seluruh rakyat

b. pemerintah daerah

c. aparat daerah

d. masyarakat setempat

20. Kepala daerah menetapkan peraturan

daerah atas persetujuan ….

a. rakyat

b. DPRD

c. MPR

d. DPD

21. Setiap warga negara berhak mendapat perlindungan dalam hukum. Hal ini diatur dalam UUD 1945 Pasal ….

a. 26

b. 27

c. 28

d. 29

22. Segala sesuatu yang menimbulkan aturan dan mempunyai kekuatan memaksa disebut ….

a. aturan hukum

b. undang-undang

c. sumber hukum

d. sumber penilaian

23. Undang-undang sebagai sumber hukum

mempunyai dua arti, yaitu ….

a. panjang dan pendek

b. tepat dan bermanfaat

c. formal dan material

d. luas dan sempit

24. Undang-undang dalam arti luas disebut ….

a. landasan

b. peraturan

c. norma

d. etika

25. Mematuhi perintah orang tua merupakan salah satu contoh melaksanakan aturan di lingkungan ….

a. sekolah

b. negara

c. keluarga

d. masyarakat

26. Peraturan perundang-undangan Indonesia yang tertinggi adalah ….

a. peraturan pemerintah

b. ketetapan MPR

c. UUD 1945

d. undang-undang

27. Tujuan dibuatnya sebuah peraturan adalah ….

a. agar peraturan tersebut ditaati

b. agar masyarakat menjadi tidak tertib

c. untuk menjaga masyarakat dari serangan musuh

d. untuk menjaga ketertiban masyarakat

28. Pemakaian seragam di sekolah selain menanamkan jiwa persatuan juga menanamkan sikap ….

a. keteladanan

b. kesederhanaan

c. kebanggaan

d. keadilan

29. Norma yang bersifat memaksa adalah ….

a. agama

b. kesusilaan

c. hukum

d. kesopanan

30. Rancangan undang-undang dapat diajukan oleh ….

a. DPR dan gubernur

b. presiden atau DPR

c. presiden dan menteri

d. presiden dan gubernur

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1. Penafsiran berdasarkan arti kata disebut penafsiran ….

2. Traktat multilateral bersifat ….

3. Pendapat dari para ahli hukum terkemuka, yang dijadikan landasan dalam hukum disebut ….

4. Tata urutan peraturan perundang-undangan RI diatur dalam UU ….

5. Sumber hukum nasional Indonesia adalah ….

6. UUD 1945 telah mengalami amandemen sebanyak ….

7. Peraturan pemerintah pengganti undang-undang dibuat oleh ….

8. Peraturan pusat yang dibuat, berlaku untuk ….

9. Hak yang paling asasi bagi setiap warga negara adalah ….

10. Lembaga legislatif daerah adalah ….

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Jelaskan pengertian peraturan perundang-undangan!

2. Bagaimana tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia?

3. Sebutkan 3 contoh peraturan pusat!

4. Sebutkan 5 asas pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia!

5. Mengapa peraturan perundang-undangan penting bagi warga negara?

Validitas dan Reliabilitas dalam Tes Psikologi

Tes psikologis memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang cukup tinggi. Hal ini membedakan dengan tes yang tidak standar seperti tes hasil belajar siswa yang dibuat oleh guru, tes penerimaan mahasiswa baru, tes calon pegawai negeri (PNS), dan sebagainya sejauh tesnya tidak dibakukan.

1. Validitas

Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 1997:5). Suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut dapat menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Suatu tes yang menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran dikatakan sebagai tes yang memiliki validitas rendah.

Dari uraian di atas mengandung arti bahwa valid-tidaknya suatu tes sebagai alat ukur tergantung pada mampu tidaknya alat ukur tersebut dapat mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat. Suatu tes yang dimaksudkan untuk mengukur atribut inteligensi dan kemudian memang menghasilkan informasi mengenai atribut inteligensi (intelligence), dikatakan sebagai alat ukur yang memiliki validitas tinggi. Sebaliknya suatu tes yang dirancang untuk mengukur atribut bakat (aptitude), manun tidak bisa menghasilkan informasi bakat subyek yang telah dites, maka tes tersebut dikatakan tidak memiliki validitas yang tinggi.

Definisi validitas suatu tes sebagai alat ukur dapat dilihat dari sisi kecermatan pengukuran. Artinya suatu alat ukur yang valid, tidak hanya sekedar dapat mengungkap data dengan tepat, akan tetapi harus juga bisa memberikan gambaran yang cermat mengenai data tersebut. Cermat berarti bahwa pengukuran itu mampu memberikan gambaran mengenai perbedaan yang sekecil-kecilnya di antara subyek yang satu dengan yang lain. Contoh : pengukuran pada aspek fisik, bila kita hendak mengukur berat sebuah cincin emas, maka kita harus menggunakan alat penimbangan berat emas agar hasil penimbangannya valid, yaitu tepat dan cermat.

Dari uraian di atas, kiranya dapat diperoleh informasi yang cukup jelas tentang konsep validitas. Validitas berkenaan dengan kecermatan alat ukur untuk mengukur atribut subyek didik yang dikehendaki, artinya alat ukur yang valid adalah alat ukur yang dapat mengukur atribut yang hendak diukur dengan tepat dan cermat, sehingga hasil pengukurannya dapat menggambarkan atribut yang telah diukur.

Validitas tes psikologis dapat dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan tiga sudut pandang (dari arah isi yang diukur, dari arah rekaan teoritis atau disebut contruct atribut yang diukur, dan dari arah kriteria alat ukur), yaitu; (1) validitas isi (content validity), (2) validitas kontruksi (construct validity), dan (3) validitas berdasar kriteria (criterion-related validity).

Validitas Isi (Content Validity)

Validitas isi tes psikologis menunjuk kepada sejauh mana tes psikologis yang merupakan perangkat soal-soal sebagai stimuli, dilihat dari isinya memang mengukur atribut psikologis yang dimaksudkan untuk diukur. Ukuran sejauh mana ini ditentukan berdasar derajat representatifnya isi tes psikologis itu terhadap keseluruhan atribut psikologis yang akan diukur. Validitas isi tes psikologis ditentukan melalui pendapat profesional (professional judgement) dalam proses telaah soal (item review).

Seorang ahli tes psikologis berhati-hati mengembangkan validitas ini melalui tahap pengembangan spesifikasi tes, lalu tahap berikutnya dilakukan analisis logis untuk menetapkan apakah soal-soal tes dimaksud memang mengukur atribut yang diukur. Dilihat dari aspek validitas isi, kegiatan telaah soal-soal tes (item review) merupakan kegiatan yang esensial dalam usaha pengembangan tes psikologis.

Validitas Konstruksi Teoretis (Construct Validity)

Atribut psikologis merupakan atribut yang tidak memiliki eksistensi riil (Suryabrata, 2000:42). Berbeda dengan atribut fisik, yang mempunyai eksistensi riil sehingga model pengukurannya lebih konkret yang berpengaruh dengan ketepatan (akurasi) hasilnya pengukurannya. Dalam atribut psikologis, seorang ahli membuat konstruksi teoritis guna mendeskripsikan atribut yang dipersoalkan, dengan demikian bagaimana kontruksi teoritis ini akan tergantung pada ilmuwan yang mengembangkannya. Oleh karena itu gambaran mengenai sesuatu atribut dapat bermacam-macam tergantung kepada teori siapa yang digunakan sebagai dasar pengembangan tes psikologis.

Sebagai contoh, gambaran mengenai kepribadian menurut Sigmund Freud (Das Es, Das Ich, dan Das Ueber Ich) tidak sama dengan gambaran teoritis kepribadian individu menurut teori Eric Berne (Status Ego Anak, Status Ego Dewasa, dan Status Ego Orang-tua). Begitu juga dalam teori inteligensi, gambaran atribut inteligensi menurut teori Thurstone berbeda dengan gambaran atribut inteligensi menurut teori Guilford.

Validitas Berdasar Kriteria (Criterion-Related Validity)

Validitas berdasar kriteria sering digunakan dalam pengembangan validitas tes psikologis. Hal ini dikarenakan telah tersedianya beberapa tes psikologis yang digunakan mengukur atribut psikologis yang sama. Misalnya untuk mengukur atribut inteligensi siswa sampai saat ini telah tersedia beberapa tes inteligensi, sehingga bila ilmuwan psikologi hendak mengembangkan tes psikologis dengan menggunakan validitas ini, maka koefisien korelasi hasil uji-coba tes inteligensi baru dapat dibandingkan dengan koefisien korelasi tes psikologis yang sudah memiliki validitas yang baik seperti tes PM (progressive matrices), CFIT (cutural fair intelligence test) atau IST (intelligence structure test), dan lainnya. Jadi validitas berdasarkan kriteria ditunjukkan dengan korelasi antara skor pada tes yang hendak dicari validitasnya dengan skor pada tes yang dijadikan kriteria.

Berdasarkan atas kapan kriteria itu dapat dimanfaatkan, validitas berdasar kriteria dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu; concurrent validity dan predictive validity. Disebut concurrent validity, jika kriteria itu sekarang atau dalam waktu dekat dapat dimanfaatkan, dan disebut predictive validity bila kriteria itu baru beberapa waktu kemudian dapat dimanfaatkan. Contoh : concurrent validity, yaitu orang menggunakan skor WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) atau CFIT (Cutural Fair Intelligence Test) sebagai kriteria sama saat. Contoh : predictive validity adalah validitas ujian masuk perguruan tinggi yang menggunakan IPK mahasiswa sebagai kriteria. Hasil belajar itu baru dimiliki oleh mahasiswa dalam waktu satu semester mendatang.

2. Reliabilitas

Reliabilitas merupakan hasil terjemahan dari kata reliability yang berasall dari kata rely dan ability. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi disebut sebagai pengukuran yang reliabel (reliable). Dalam berbagai kepustakaan, konsep reliabilitas memiliki arti yang luas, mencakup; keterpercayaan, keterandalan, keajegan, kestabilan, dan konsistensi hasil pengukuran, namun demikian ide pokok yang terkandung dalam konsep reliabilitas adalah keterpercayaan hasil pengukuran yaitu sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya.

Sejalan dengan uraian di atas, Suryabrata (2000:29) menyatakan bahwa reliabilitas alat ukur menunjuk pada sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan alat tersebut dapat dipercaya. Hal ini ditunjukkan oleh taraf keajegan (konsistensi) skor yang diperoleh para subyek yang diukur dengan alat ukur yang sama, atau diukur dengan alat yang setara pada kondisi yang berbeda.

Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah. Dalam hal ini, relatif sama berarti tetap adanya toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil di antara hasil beberapa kali pengukuran. Bila perbedaan itu sangat besar dari waktu ke waktu, maka hasil pengukuran tidak dapat dipercaya dan dikatakan sebagai tidak reliabel.

Estimasi reliabilitas tes psikologis dapat dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu : (1) pendekatan tes ulang (retes), (2) pendekatan dengan tes paralel, dan (3) pendekatan satu kali pengukuran yang disebut teknik belah dua.

Pendekatan Tes Ulang (Retes)

Pendekatan ini dilakukan dengan cara satu perangkat tes psikologis diberikan kepada sekelompok subyek dua kali, dengan selang waktu tertentu, misalnya tiga minggu. Situasi testing pertama dengan testing kedua harus betul-betul sama, untuk menghindari adanya pengaruh faktor lain. Reliabilitas tes dicari dengan menghitung korelasi skor testing pertama dengan skor testing kedua, jadi rt-1 = rt-2.

Secara teoritik, pendekatan ini nampaknya baik, namun di dalam praktik banyak mengalami kelemahan, seperti kondisi subyek pada testing kedua tidak lagi sama dengan kondisi subyek pada testing pertama karena terjadi proses belajar dalam selang waktu testing pertama dengan testing kedua, kemungkinan lain adalah adanya perubahan pengalaman, motivasi, dan sebagainya.

Pendekatan dengan Tes Paralel

Pendekatan ini dilakukan dengan cara membuat tes paralel yaitu tes A dan tes B (keduanya dirancang bentuk paralel). Kedua tes tersebut diberikan kepada sekelompok subyek, lalu hasilnya dikorelasikan, jadi rt-A = rt-B. Suatu tes dinyatakan reliabel bila diperoleh koefisien korelasi yang signifikan antara skor hasil tes A dengan skor hasil tes B. Kelemahan reliabilitas ini terletak pada sulitnya membuat dua tes yang paralel.

Pendekatan Satu Kali Pengukuran

Pendekatan satu kali pengukuran disebut pendekatan belah dua, yaitu seperangkat tes diberikan kepada sekelompok subyek satu kali, lalu skor tes tesebut dibelah menjadi dua bagian, misalnya belahan ganjil genap artinya skor tes bernomor ganjil dijadikan belahan pertama, dan skor tes bernomor genap menjadi belahan kedua. Koefisien reliabilitas ditunjukkan pada signifikansi korelasi dua belahan skor tes bernomor ganjil dan skor tes bernomor genap, setelah koefisien korelasi tersebut dikoreksi dengan rumus Spearman Brown.

Contoh : Suatu tes terdiri atas 60 butir soal, mempunyai koefisien reliabilitas belahan ganjil genap = 0,70. Maka koefisien reliabilitasnya dapat dicari dengan menggunakan rumus Spearman Brown di bawah ini.

2(r-1.2)

r-SB = ――――

1+ r-1.2

Dalam mana :

r-SB = Koefisien reliabilitas Spearman Brown

r-1.2 = Koefisien korelasi kedua belahan

Jadi koefisien reliabilitasnya adalah :

2(r-1.2)

r-SB = ――――

1+ r-1.2

2(0,70) 1,4

r-SB = ­--------- = ----- = 0,8235

1+0,70 1,7

Koefisien reliabilitas Spearman Brown yang diperoleh = 0,8235 dibulatkan menjadi 0,82.

Iodium, Akibat Kekurangan dan Kebutuhan

Yodium adalah suatu bahan yang digunakan untukmembuat hormon tiroksin oleh kelenjar gondok,yang memstimulasikan proses-proses oksidasi dalam tubuh.

Dengan jalan ini aka tiroksin atau kelenjar gondok melakukan kontrol terhadap metabolisme, pertumbuhan dan pemakaian tenaga oleh tubuh.
Kekurangan yodium akan mengakibatkan kelenjar gondok menjadi besar karana bertambahnya jumlah jaringan dalam kelenjar itu. Tetapi jumlah jaringan yang secara aktif dapat menghasilkan hormon tiroksin menjadi berkurang. Pembesaran gondok ini disebut penyakit gondok.
Penyakit gondok ini banyak terjadi didaerah pegunungan karena biasanya air minum mereka sangat sedikit mengandung yodium.
Jumlah Iodium dalam tubuh orang dewasa diperkirakan antara 9-10 mg, dua sepertiga dari jumlah tersebut terkumpul pada kelenjer tiroid (kelenjer gondok).
Kelenjer tiroid merupakan kelenjer hormon yang terdapat pada dasar leher dan mempunyai berat 20-25 g, terdiri dari dua bagian masing-masing terletak di sebelah kanan dan kiri trachea.
Pada umumnya wanita dan anak perempuan mempunyai kecendrungan lebih mudah kena penyakit gondok daripada pria dan anak laki-laki. Masa paling peka terhadap kekurangan iodium terjadi pada waktu usia meningkat dewasa (puber).

Kekurangan Iodium
Kekurangan Iodium selain dapat menyebabkan penyakit gondok juga dapat menyebabkan kretinisme pada pria.
Kretinisme juga gejala awal kekurangan Iodium, namun sebagian besar terjadi pada pria. Terjadi di daerah gondok endemik (daerah dimana banyak dijumpai penderita gondok).
Kretinisme ditandai dengan pertumbuhan bayi yang sangat terhambat, wajah kasar dan membengkak, perut kembung dan membesar serta bibir menebal dan selalu terbuka.

Kebutuhan Iodium
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (2004) mencantumkan konsumsi yang disarankan untuk setiap individu menurut kelompok umur. Konsumsi Iodium untuk bayi 50 - 70 ug per orang per hari. Anak-anak hingga usia 9 tahun 70 – 100 membutuhkan iodium ug/hari, sedangkan kebutuhan pria dan wanita dalam kondisi normal 150 ug / hari dan wanita hamil 175 ug/ hari dan wanita yang sedang menyusui 200 ug / hari.
Penggunaan Iodium sebagai pencegahan penyakit gondok telah lama diketahi.. Iodium yang ditambahkan biasanya dalam bentuk garam kalium iodida (0.005-0.01 % dalam garam) karena biasanya konsumsi garam setiap hari rata-rata 5-15 g....

 
© 2011 Terus Belajar Berbagi Kebaikan | www.jayasteel.com | Suwur | Pagar Omasae | Facebook | Rumah Suwur